Sulawesitoday - Seorang siswa SMP di Makassar menjadi korban penculikan dengan modus penipuan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bocah berinisial W (13) diculik saat jam istirahat sekolah dengan iming-iming uang Rp 50 ribu.
Pelaku membujuk korban untuk membantu mengangkat barang. Namun, setelah berhasil membawa bocah itu, pelaku justru berkeliling mencari target kejahatannya. Hingga akhirnya, sebuah toko agen bank di Jalan Adipura Raya menjadi sasaran utama.
Saat tiba di lokasi, pelaku berpura-pura ingin melakukan transfer uang sebesar Rp 1,3 juta. Dengan dalih lupa membawa uang tunai, ia kemudian meninggalkan korban sebagai jaminan agar terlihat meyakinkan.
Agen Bank Tertipu, Pelaku Raib
Pemilik agen bank percaya begitu saja karena pelaku tampak datang bersama seorang anak. Tanpa curiga, ia mengirimkan uang yang diminta. Namun setelah uang terkirim, pelaku menghilang dengan alasan mengambil uang tunai.
Baca Juga: Ini Tiga Penembakan Misterius di Sulsel yang Masih Menyisakan Misteri
Korban pun ditinggalkan di lokasi, sementara pemilik agen bank baru menyadari dirinya telah tertipu. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polsek Panakkukang.
Polisi Terus Melacak Pelaku
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku. Iptu Sangkala dari Polsek Panakkukang mengungkapkan bahwa pelaku memiliki modus unik dengan melibatkan anak kecil agar tampak meyakinkan.
"Pelaku sengaja membawa anak ini untuk membuat agen bank percaya. Dengan cara ini, pemilik toko merasa aman dan langsung mengirimkan uang tanpa berpikir panjang," ujar Sangkala.
Polisi juga terus menginterogasi korban untuk menggali lebih banyak informasi terkait pelaku dan pola pergerakannya sebelum melakukan aksi penipuan.
Peringatan untuk Masyarakat
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama para orang tua dan pemilik usaha. Pastikan anak-anak selalu dalam pengawasan, bahkan saat jam istirahat sekolah. Para pemilik toko juga diimbau lebih waspada terhadap modus baru yang melibatkan anak sebagai jaminan.
Jika menemukan kejadian mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang.
Artikel Terkait
Tragis! Siswi SMP di Parepare Jadi Korban Rudapaksa Tetangga, Kasus Kini Ditangani Polisi
Harus Bersabar hingga 2025, Dana Operasional Rp120 Juta untuk Kepala Lingkungan di Majene Tak Kunjung Cair
Inovasi Digital Kemenkum: Mudah, Cepat, dan Transparan untuk Semua
Morowali Dorong Pemerintahan Unggul melalui Harmonisasi Enam Rancangan Perbup
Ini Tiga Penembakan Misterius di Sulsel yang Masih Menyisakan Misteri