• Kamis, 4 Juni 2026

Geger, Pegawai Puskesmas Ini Ditindak Tegas Setelah Adu Mulut dengan Pasien BPJS

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 19:28 WIB
Insiden di Puskesmas Tanjung Marulak memicu mediasi dan pembinaan, menyulut perdebatan soal pelayanan pasien BPJS yang patut direnungkan.
Insiden di Puskesmas Tanjung Marulak memicu mediasi dan pembinaan, menyulut perdebatan soal pelayanan pasien BPJS yang patut direnungkan.

Sulawesitoday - Sebuah insiden di Puskesmas Tanjung Marulak, Tebing Tinggi, Sumatera Utara telah menarik perhatian publik.

Cerita ini bermula ketika seorang pegawai puskesmas, yang kini namanya menjadi sorotan, menolak melayani seorang pasien karena tidak membawa kartu BPJS Kesehatan.

Bukankah seharusnya setiap warga mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi?

Insiden terjadi ketika Abdulah, seorang warga yang tengah membutuhkan pertolongan medis, mendatangi puskesmas tersebut.

Alih-alih mendapatkan penanganan, Abdulah hanya membawa KTP dan kartu kunjungan, tanpa menyertakan kartu BPJS yang sebetulnya menjadi salah satu syarat administrasi.

“Saya kecewa dengan pelayanan di sini. Kalau nyawa seseorang yang terancam, bukankah seharusnya ada kelonggaran?” ujar Abdulah dengan nada penuh kekecewaan, menyoroti betapa kritisnya situasi tersebut.

Tak butuh waktu lama sebelum kabar ini menyebar, memicu reaksi dan komentar beragam dari masyarakat.

Di tengah hebohnya perbincangan, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Henny Sri Hartati, hadir untuk meredakan suasana.

Dalam sebuah pernyataan yang cukup lugas namun bersahabat, ia menyampaikan, “Ini bisa dibilang sebagai miskomunikasi yang memicu ketegangan.

Syukurlah, mediasi telah berjalan dengan baik.” Pernyataan tersebut menjadi titik terang bahwa pihak berwenang telah mengambil langkah tegas melalui investigasi internal.

Investigasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan mengungkap bahwa tindakan penolakan pelayanan yang dilakukan oleh pegawai puskesmas tersebut memang tidak sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang seharusnya inklusif.

Baca Juga: Kedubes China Ungkap 44 Kasus Dugaan Pemerasan di Soekarno-Hatta, Imbau Edukasi Anti Tip

Akibat dari insiden ini, pegawai tersebut pun dicopot dari jabatannya dan kini tengah menjalani proses pembinaan.

“Kami telah memanggil ASN yang terlibat dan surat pembinaan sudah kami keluarkan sebagai langkah preventif agar insiden serupa tidak terulang,” jelas Henny Sri Hartati.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini