Sulawesitoday - Di tengah hiruk-pikuk transaksi digital yang serba cepat, sebuah penipuan membuat geger pasar handphone di Kendari. Krisna, seorang marketer, kini terjebak dalam skema aduan penipuan yang memicu pertanyaan atas respons polisi Kendari.
Kisah bermula pada Jumat pagi, 7 Februari 2024, saat Krisna menerima pesanan melalui WhatsApp. Pelanggan yang menjanjikan pembayaran segera mengatur pertemuan di RSUD Kota Kendari.
Di RSUD, pelanggan meminta Krisna menitipkan handphone kepada resepsionis sebagai bagian dari transaksi. Krisna pun merasa yakin bahwa prosedur itu aman dan sudah terstruktur.
Tak lama kemudian, Krisna diarahkan ke lobi sebuah hotel di Kendari untuk melanjutkan transaksi. Janji pembayaran membuatnya semakin percaya, meski ada tanda-tanda kejanggalan yang terselip.
Komunikasi melalui WhatsApp berlangsung intens di lobi hotel tersebut. Namun, pesan yang mengulur waktu menimbulkan kecurigaan dan membuat Krisna merasa ada yang tidak beres.
Setelah menunggu cukup lama, Krisna memutuskan kembali ke RSUD untuk mengambil handphone yang dititipkan. Sesampainya di sana, ia terkejut menemukan bahwa handphone itu sudah hilang.
Resepsionis mengungkapkan bahwa handphone telah diambil oleh seorang ojok online. Krisna segera menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan digital dalam transaksi tersebut.
Tanpa ragu, Krisna melaporkan kasus ini melalui aduan penipuan ke polisi Kendari. Namun, respons yang diterima membuatnya harus mencari petunjuk sendiri mengenai keberadaan handphone.
Dalam pencarian itu, Krisna menemukan petunjuk pertama bahwa handphone sempat terlihat di sebuah Indomaret di Jalan Ahmad Yani. Keterangan kasir mengungkapkan bahwa handphone telah diambil oleh ojok online bernama Nandar.
Upaya pencarian dilanjutkan dengan kerja sama bersama Buser 77 Satreskrim dan Intelkam Polresta Kendari. Mereka bersama Krisna menyelidiki jejak digital dan lokasi transaksi penipuan tersebut.
Kasus ini memicu kritik tajam terhadap kinerja polisi Kendari yang dianggap kurang responsif terhadap aduan penipuan. Krisna berharap pengalamannya menjadi pelajaran agar sistem keamanan digital diperbaiki segera.
Baca Juga: Pencuri Jerigen Solar di Konawe Selatan Terekam CCTV, Modusnya Cerdik
Kisah penipuan ini mengingatkan bahwa setiap transaksi digital harus diiringi kehati-hatian ekstra. Harapannya, langkah konkret dari polisi Kendari segera muncul demi melindungi masyarakat dari modus penipuan serupa.
Kisah ini juga membuka diskusi luas mengenai keamanan transaksi online di era digital. Pakar keamanan siber menyarankan agar setiap transaksi melalui media digital dilengkapi dengan verifikasi ganda untuk menghindari penipuan.
Artikel Terkait
Kepiting Tapal Kuda Viral di Medsos: Penemuan Purba di Pantai Ponelo Gorontalo
Hujan Es di Luwu, Sulsel: Fenomena Cuaca Unik yang Viral di Media Sosial
53 Perusahaan Sawit di Sulteng Tidak Punya Izin, Desakan Transparansi Penertiban HGU Mencuat
Penyakit Bangkalan Serang Durian Montong Desa Tolai Parigi Moutong, Petani Terpuruk Rugi Jutaan Rupiah
Pencuri Jerigen Solar di Konawe Selatan Terekam CCTV, Modusnya Cerdik