Sulawesitoday - Kelompok tani di Parigi Moutong kini menghadapi bayang-bayang pungli bantuan Alsintan yang seharusnya meringankan beban mereka. Isu ini menimbulkan tanda tanya besar atas transparansi penyaluran mesin combine dari pemerintah.
Program bantuan Alsintan dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui mesin combine yang modern. Namun, rumor pungli bantuan Alsintan mulai merebak di kalangan kelompok tani.
Plt Kepala Dinas TPHP Parigi Moutong, Armin, kini membuka ruang penyelidikan terhadap dugaan pungli ini. Dia mengungkap bahwa dirinya belum menjabat penuh pada saat penyaluran bantuan sehingga perlu dilakukan verifikasi lebih mendalam.
Pada Jumat, 7 Februari 2025, Armin menegaskan bahwa pengelolaan mesin combine berada di bawah unit Tanaman Pangan, bukan Sarana dan Prasarana. Ia menyatakan, "Saya sudah cek dan kami akan pastikan bantuan disalurkan dengan tepat" dalam keterangannya.
Armin menekankan bahwa pungli bantuan Alsintan merupakan pelanggaran berat terhadap prinsip bantuan gratis. Ia pun mengimbau agar setiap kelompok tani segera melaporkan jika menemukan praktik pungli yang merugikan.
Seorang petani yang memilih untuk anonim menyampaikan keresahannya mengenai sistem yang kian merugikan. "Kami sering dipaksa menyetor agar bisa dapat bantuan, namun kami khawatir jika bicara nanti akses kami terhambat," ungkapnya dengan nada berat hati.
Informasi mengindikasikan bahwa besaran pungli berkisar dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Beberapa kelompok tani bahkan mengaku telah menyetor biaya namun mesin combine yang dijanjikan belum juga diterima.
Baca Juga: Bantuan Gratis Jadi Berbayar? Dugaan Pungli Alsintan Combine di Parigi Moutong Disorot
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Ariesto, menyatakan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam praktik pungli tersebut. "Saya tidak pernah merasa melakukan hal itu, dan pengadaan Alsintan yang saya tangani bukan di domain kami," ujarnya dengan tegas.
Smeentara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dadan Priatna Jaya, belum memberikan pernyataan resmi dan masih dalam proses verifikasi atas tuduhan pungli bantuan Alsintan yang sedang mencuat sekarang.
Upaya klarifikasi juga dilakukan melalui KUPTD Tinsel, Abdul Muthalib, meskipun ia menyarankan agar pihak terkait menghubungi kantor Dinas TPHP di Dolago untuk penjelasan lebih lanjut.
Isu pungli bantuan Alsintan telah menimbulkan kegelisahan mendalam di kalangan kelompok tani yang sangat bergantung pada bantuan gratis untuk mengembangkan usaha pertanian mereka secara signifikan.
Masyarakat mengharapkan agar penyelidikan menyeluruh segera dilakukan dan langkah tegas diambil guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem distribusi bantuan sekaligus memastikan keadilan bagi petani selalu.
Pemerintah daerah harus meningkatkan transparansi dan pengawasan di setiap tahap distribusi bantuan Alsintan untuk mencegah praktik pungli yang merugikan seluruh kelompok tani secara serius sekarang.
Artikel Terkait
Bantuan Gratis Jadi Berbayar? Dugaan Pungli Alsintan Combine di Parigi Moutong Disorot
Bikin Geleng-geleng Kepala, Alsintan dari Sulteng Diselundupkan dan Dijual Harga Miring ke Surabaya
BKN Optimalkan Efisiensi Anggaran, Pegawai Hanya Masuk Kantor 3 Hari dalam Seminggu
Heboh Pernikahan Massal Arab Saudi, 300 Pasangan Rayakan Sekali Seumur Hidup
HeboH Ratu Sedunia: Klaim Pewaris Kerajaan Surya Loka Langit Memicu Debat di Medsos