kriminal

Rem Blong Diduga Picu Kecelakaan Maut Bus ALS di Padang Panjang, 12 Tewas 23 Luka

Selasa, 6 Mei 2025 | 15:39 WIB
Bus ALS B 7512 FGA terguling di Padang Panjang diduga rem blong; 12 tewas, puluhan luka, evakuasi dramatis oleh tim SAR.

Sulawesitoday - Selasa (6/5/2025) pagi, sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bernomor polisi B 7512 FGA terguling di kawasan Bukit Surungan, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Insiden tragis terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat bus melintas turunan tajam di simpang Terminal Busur.

Diduga kuat kecelakaan ini bermula dari rem blong, sehingga sopir kehilangan kendali dan menabrak kendaraan di depannya sebelum rebah di badan jalan .

Rekaman kamera pengawas menunjukkan bus melaju dengan kecepatan tinggi, kemudian oleng ke kiri dan terguling di sisi jalan.

“Tiba-tiba bunyinya keras, lalu kami lihat bus itu berguling beberapa kali,” kata seorang saksi mata, Rahmat, yang sedang melintas di lokasi . Kondisi badan bus ringsek parah, mempersulit upaya evakuasi.

Dari 35 penumpang, 12 orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk dua anak-anak, sedangkan 23 lainnya luka-luka dan dilarikan ke RSUD Padang Panjang serta RS Ibnu Sina untuk perawatan intensif .

Evakuasi sempat dramatis karena banyak korban terjepit di dalam rangka bus. Tim gabungan polisi, Basarnas, Tagana, dan relawan menggunakan alat pemotong untuk mengeluarkan penumpang yang terjepit .

Kepolisian Resor Padang Panjang masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Brigadir Yudha dari Satlantas Polres Padang Panjang mengatakan bahwa kegagalan sistem pengereman menjadi fokus utama pemeriksaan.

“Bus diduga mengalami gagal fungsi rem saat melintas turunan, sehingga hilang kendali,” ujarnya .

Akibat insiden, arus lalu lintas di jalur utama dialihkan ke Jalan Soekarno–Hatta untuk memudahkan proses evakuasi dan pembersihan bangkai bus. Pengalihan ini menyebabkan kemacetan panjang di jalan alternatif hingga siang hari .

Baca Juga: 65 Siswa PALI Diduga Keracunan MBG, Polisi Segera Uji Laboratorium

Hingga laporan ini diturunkan, proses identifikasi korban dan pemeriksaan teknis bus masih berlangsung.

Pihak berwenang berjanji memberikan keterangan resmi lebih lanjut setelah rampungnya analisis sistem rem dan wawancara sopir serta saksi lainnya.

Tags

Terkini