• Selasa, 21 Juli 2026

65 Siswa PALI Diduga Keracunan MBG, Polisi Segera Uji Laboratorium

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 5 Mei 2025 | 23:40 WIB
Puluhan siswa PALI dilarikan ke rumah sakit usai konsumsi MBG; menu tongkol suwir disidak polisi.
Puluhan siswa PALI dilarikan ke rumah sakit usai konsumsi MBG; menu tongkol suwir disidak polisi.

Sulawesitoday - Senin, 5 Mei 2025. Sekitar 65 siswa dari lima sekolah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diduga mengalami keracunan usai menyantap program makan gizi gratis (MBG) pada pagi hari. Peristiwa ini terungkap saat puluhan murid tiba‑tiba mengeluh sakit perut, pusing, dan mual di ruang kelas.

Korban terbanyak tercatat di SDN 28 dan SDN 25 PALI, serta di dua SMP dan satu sekolah lain yang masih didata. “Saat ini 64 siswa sudah menjalani perawatan intensif di RSUD PALI dan beberapa klinik milik Dinas Kesehatan setempat,” terang Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, kepada wartawan di Kantor Bupati, Senin siang. “Mereka mengeluh sakit perut hebat dan mual, sebagian mengalami pusing hingga tidak mampu berdiri.”

Iwan menambahkan, pihaknya segera mengevakuasi korban ke fasilitas medis terdekat begitu laporan guru masuk pukul 08.30 WIB. “Tim medis langsung memberi cairan infus dan obat pereda nyeri. Kami juga mendata riwayat konsumsi para siswa,” ujarnya.

Untuk memastikan penyebab pasti, Kepolisian Resor PALI telah mengambil sampel ikan tongkol suwir dan sayuran—menu utama MBG hari itu—untuk diuji di laboratorium forensik. “Pemeriksaan ini krusial agar tidak ada spekulasi. Hasil lab akan jadi dasar tindak lanjut,” kata Iwan.

Kabar ini mengusik persiapan ujian sekolah yang sedianya digelar Selasa (6/5). “Semoga tidak banyak siswa yang absen. Kami akan pantau perkembangan kesehatan mereka hingga ujian selesai,” imbuh Wabup.

Baca Juga: KMP Muchlisa Tenggelam di Teluk Balikpapan, Dua Kru Terperangkap

Malam nanti, Bupati PALI, Kapolres, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait akan menggelar rapat koordinasi untuk memutuskan kelanjutan distribusi MBG. Opsi penghentian sementara atau perubahan menu bakal dipertimbangkan menanti hasil laboratorium.

Masyarakat diminta tenang dan tidak menyebar kabar tidak terverifikasi. “Langkah kita selanjutnya mengikuti rekomendasi ahli gizi dan hasil laboratorium. Semoga besok semua siswa bisa kembali sehat dan ujian berjalan lancar,” harap Iwan menutup pernyataan.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini