• Selasa, 21 Juli 2026

KMP Muchlisa Tenggelam di Teluk Balikpapan, Dua Kru Terperangkap

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 5 Mei 2025 | 22:00 WIB
"KMP Muchlisa karam di perairan Balikpapan, dua kru terjebak—evakuasi darat dan laut masih digencarkan.
"KMP Muchlisa karam di perairan Balikpapan, dua kru terjebak—evakuasi darat dan laut masih digencarkan.

Sulawesitoday - Kapal Motor Penumpang (KMP) Muchlisa milik PT Sadena Mitra Bahari dilaporkan tenggelam di Perairan Teluk Balikpapan sekitar pukul 15.00 Wita, Senin (5/5). Kapal berbobot mati 725 gross tonnage (GT) itu sedianya berlayar dari Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, menuju Pelabuhan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sebelum karam, KMP Muchlisa yang menampung hingga 510 penumpang mendadak miring ke kiri dan perlahan tenggelam sekitar 200 meter dari bibir Pelabuhan Penajam. Menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, hingga saat ini ada dua awak kapal—Ilham dan Ayu—diduga masih terjebak di dalam badan kapal. “Sementara diduga ada dua korban, satu laki-laki dan satu perempuan, atas nama Ilham dan Ayu, karyawan Muchlisa. Laporan resmi akan kami keluarkan setelah evakuasi selesai,” ujar Sukadi yang berada di lokasi kejadian sejak awal.

BPBD PPU langsung berkoordinasi dengan Basarnas Kota Balikpapan untuk mempercepat penyelamatan. Sukadi mengakui BPBD tidak memiliki peralatan memadai untuk operasi laut, sehingga Badan SAR nasional menjadi ujung tombak evakuasi. Sementara itu, komunitas pengemudi speedboat dan kelotok di Penajam membantu proses evakuasi awal dengan menarik kapal ke tepi.

Saksi mata Dasar, kru KMP Bajra yang melayani rute sejenis, menuturkan kerusakan terjadi pada as propeller sekitar pukul 14.00 Wita. “Awalnya kapal sempat digandeng oleh KMP Anugerah—satu grup—untuk mengevakuasi penumpang karena mesin mati. Saya kira hanya mogok, tapi satu jam kemudian terdengar kabar kapal tenggelam,” jelas Dasar.

Hingga berita ini diturunkan, tim Basarnas masih melakukan penyelaman dan evakuasi awak kapal. Mata masyarakat Penajam memadati tepi pantai, merekam detik-detik kapal karam dengan ponsel.

Dalam sebuah video amatir, seorang warga spontan berseru, “Eh, feri di dekat kita ini tenggelam. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.”

Baca Juga: 54 Rumah di Telaga Biru Porak-poranda Diterjang Puting Beliung, Pengungsi Butuh Bantuan Darurat

Langkah selanjutnya, Basarnas akan mengerahkan alat sonar dan diving suite untuk menelusuri kabin kapal, sementara BPBD PPU menyiapkan posko darurat bagi keluarga korban. Masyarakat diimbau menjauhi area evakuasi untuk kelancaran operasi.

Kejadian ini menjadi peringatan keras akan pentingnya perawatan mesin dan prosedur keselamatan laut demi mencegah tragedi serupa.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini