• Selasa, 21 Juli 2026

54 Rumah di Telaga Biru Porak-poranda Diterjang Puting Beliung, Pengungsi Butuh Bantuan Darurat

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 5 Mei 2025 | 18:00 WIB
Musibah puting beliung di Telaga Biru rusak 54 rumah, 81 jiwa mengungsi. Simak penjelasan prakirawan dan imbauan waspada.
Musibah puting beliung di Telaga Biru rusak 54 rumah, 81 jiwa mengungsi. Simak penjelasan prakirawan dan imbauan waspada.

Sulawesitoday - Seolah disapu sapu angin, 54 rumah warga di tiga desa Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, rusak parah diterjang puting beliung pada Senin siang kemarin. Data terbaru dari lapangan mencatat Desa Wulapato A paling parah dengan 28 unit rumah porak-poranda, disusul Desa Pentadio Timur dan Desa Timuato masing‑masing 14 rumah.

Di Desa Timuato, 81 jiwa terpaksa mengungsi ke tenda darurat di lapangan desa, menanti bantuan logistik dan perlengkapan dasar. Sementara di dua desa lain, jumlah pengungsi masih dalam verifikasi petugas. “Mereka butuh selimut, bahan makanan siap saji, dan perlengkapan mandi,” kata salah satu relawan.

Menurut Nike Noermasari Waluyo, Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo, puting beliung merupakan angin kencang berputar yang menyerupai belalai, muncul dari awan Cumulonimbus (Cb) di daratan. Kecepatan angin dapat melampaui 50 km/jam, terutama menjelang hujan lebat disertai kilat. “Fenomena ini sangat lokal dan singkat, kadang muncul di siang atau sore hari sebelum hujan deras,” jelas Nike.

Dari analisis citra radar, terlihat sebaran awan konvektif signifikan bergerak dari arah barat, tepatnya wilayah Limboto, menuju Telaga Biru. Curah hujan intens tercatat antara pukul 13.38 hingga 14.08 WITA, disusul hembusan angin puting beliung yang merusak atap dan dinding rumah warga.

Sekilas, puting beliung sulit diprediksi karena terkait fase pertumbuhan awan Cb yang cepat. Kondisi labilitas atmosfer—udara yang sangat tidak stabil—menjadi pemicu utama. “Karena sifatnya lokal, peringatan dini pun hanya berupa himbauan waspada, tanpa parameter waktu dan lokasi yang presisi,” tambah Nike.

Warga pun diimbau selalu memperhatikan kondisi cuaca dan segera berlindung jika melihat tanda awan gelap pekat atau angin tiba-tiba kencang berputar. Aparat desa bersama SAR dan BPBD Kabupaten Gorontalo telah membuka posko bantuan dan evakuasi. Bagi yang ingin menyalurkan donasi, dapat menghubungi kantor desa setempat atau posko BPBD.

Baca Juga: Buruh RSUD Anuntaloko Mengadu, DPRD Parigi Moutong Panggil Vendor Jasa hingga BPJS

Musibah ini menjadi pengingat bahwa bencana hidrometeorologi dapat datang tiba‑tiba.

Mempersiapkan langkah mitigasi sederhana—seperti memperkuat struktur atap dan menyiapkan peralatan darurat—bisa menyelamatkan jiwa dan harta benda. Waspada sejak dini, kata Nike, adalah kunci utama menghadapi amukan alam.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini