kriminal

Kurir Remaja, Bos Paruh Baya, dan 102 Gram Sabu Berhasil Disita

Kamis, 22 Mei 2025 | 16:38 WIB
Dua pria ditangkap saat transaksi sabu di Palu. Polisi menyamar, penyergapan berlangsung cepat. Jaringan masih dikembangkan.

Sulawesitoday - Transaksi itu gagal. Tapi dari kegagalan itu, polisi justru menemukan pintu masuk ke jaringan yang lebih dalam. Ahad dini hari, 18 Mei 2025, dua orang pria ditangkap di sebuah indekos di Jalan Elang, Kota Palu. Bukan tamu malam biasa. Mereka membawa tiga paket sabu seberat lebih dari 100 gram.

AT, pria 48 tahun, bukan pendatang baru. Ia tak lagi tergesa, tak pula gugup. Di sampingnya, MR, baru 18 tahun, kurir muda yang sedang belajar memahami jalur barang haram ini. Polisi yang menyamar sudah mengintai sejak beberapa jam sebelumnya. Transaksi disusun rapi, seperti skenario yang sudah sering diulang.

Tapi skenario itu tak tuntas malam itu. Begitu dua paket sabu diletakkan di atas meja, petugas yang menyamar memberi isyarat. Penangkapan dilakukan. Satu paket kecil lainnya ditemukan di saku MR. Bonus, katanya. Dikirim dari Kayumalue, lewat seseorang berinisial S yang kini entah di mana.

“MR kami duga diperintah AT untuk ambil barang. Lokasinya di sebuah pondok di Kayumalue,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pribadi Sembiring. Ia bicara dengan nada tertib, tapi fakta yang ia sampaikan menohok: sabu seberat 102,13 gram itu positif mengandung methamphetamine setelah diuji BPOM Palu.

AT dan MR tak bisa ke mana-mana sekarang. Mereka ditahan dan dijerat dengan pasal 114 dan 112 juncto pasal 132 Undang-Undang Narkotika. Ancaman hukumannya: seumur hidup, bahkan mati. Hukum kita memang tak main-main untuk urusan sabu. Tapi apakah ancaman itu cukup menakutkan bagi yang sedang “main belakang”?

Baca Juga: Bendungan Lambunu Keruh Tak Kunjung Jernih, Tambang Emas Ilegal Diduga Biang Keladi

Sementara itu, S—yang diduga jadi pemasok dari kawasan Kayumalue—masih berkeliaran. Nama dan alamatnya belum dibuka ke publik. Polisi bilang mereka akan kembangkan kasus ini. Janji yang sudah sering kita dengar, tapi memang—apa lagi yang bisa dikatakan?

Barangkali, Palu bukan hanya kota transit. Barangkali, Kayumalue lebih dari sekadar tempat singgah. Tapi, seperti biasa, kita baru sadar setelah penangkapan terjadi. Dan mungkin, seperti biasanya pula, jaringan yang lebih besar masih mengintai dalam diam.

Tags

Terkini