• Selasa, 21 Juli 2026

Stunting dan Kemiskinan, Dua Masalah yang Saling Berkaitan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 22 Mei 2025 | 07:33 WIB
melawan stunting bukan sekadar soal memberi makan lebih baik. Ini soal memberi anak-anak sebuah peluang untuk tumbuh
melawan stunting bukan sekadar soal memberi makan lebih baik. Ini soal memberi anak-anak sebuah peluang untuk tumbuh

Sulawesitoday - Dari desa-desa di Parigi Moutong, banyak anak kecil memulai harinya dengan perut kosong atau setidaknya dengan asupan gizi yang jauh dari cukup. Fenomena ini bukan kebetulan.

Di balik angka stunting yang masih membayangi, tersimpan benang merah kuat antara kondisi ekonomi keluarga dan risiko stunting yang menghantui anak-anak.

Stunting, kondisi gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga dua tahun pertama, bukan hanya masalah kesehatan. Ia adalah cermin dari ketimpangan sosial ekonomi yang pelik. Data menunjukkan, anak-anak dari keluarga prasejahtera berpeluang lebih besar mengalami stunting dibandingkan anak-anak dari keluarga yang lebih mapan.

Pemerintah menyadari bahwa mengatasi stunting tidak bisa hanya dengan memberi suplemen atau vitamin. Diperlukan intervensi yang terintegrasi dan menyentuh berbagai aspek kehidupan. Inilah yang disebut konvergensi stunting—program terpadu yang menyasar keluarga prasejahtera di desa, menautkan berbagai sektor dalam satu rangkaian aksi.

“Delapan aksi ini menjadi kerangka kami—dari promosi pangan lokal hingga sanitasi—semuanya kami sinergikan,” jelas Irwan, S.K.M., M.Kes., Kepala Bappelitbangda Parimo, usai sesi penilaian program di ruang kerja Bupati. Dia menjelaskan bagaimana setiap unsur, mulai pendataan balita, edukasi gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak, berjalan secara simultan untuk membongkar lingkaran kemiskinan dan stunting.

Ironisnya, kemiskinan bukan sekadar soal penghasilan rendah. Tapi juga akses terbatas pada pendidikan gizi, fasilitas kesehatan, hingga pola hidup bersih yang memadai. Keluarga yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar sering kali tidak punya ruang lebih untuk memikirkan kualitas gizi anak secara optimal.

Kondisi ini memperkuat lingkaran setan: kemiskinan menyebabkan stunting, stunting membatasi potensi anak untuk keluar dari kemiskinan. Bila dibiarkan, efeknya bukan hanya pada individu, tapi pada pembangunan bangsa secara keseluruhan.

Mengatasi stunting berarti mengentaskan kemiskinan secara simultan. Menguatkan ekonomi keluarga, membuka akses pendidikan gizi, hingga memperbaiki sanitasi harus berjalan seiring.

Baca Juga: Antisipasi Tambang Emas, Parigi Moutong Atur Zonasi agar Pertanian dan Pertambangan Seirama

Program konvergensi yang digulirkan Parimo menjadi contoh nyata bagaimana integrasi kebijakan dapat melahirkan harapan baru—bukan hanya angka turun di grafik, tapi kehidupan yang benar-benar berubah.

Jadi, melawan stunting bukan sekadar soal memberi makan lebih baik. Ini soal memberi anak-anak sebuah peluang untuk tumbuh dan bermimpi tanpa batas, lepas dari belenggu kemiskinan. Karena tanpa itu, stunting akan terus menjadi bayang-bayang panjang yang membayangi masa depan kita semua.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini