• Selasa, 21 Juli 2026

Parigi Moutong Bangga Angka Kemiskinan Turun, Tapi Programnya Bisa Mandek

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 22 Mei 2025 | 05:03 WIB
Kemiskinan ekstrem Parimo menurun tajam. Tapi keberlanjutan program Gercep Gaskan Berdaya kini tinggal menunggu kepastian dana.
Kemiskinan ekstrem Parimo menurun tajam. Tapi keberlanjutan program Gercep Gaskan Berdaya kini tinggal menunggu kepastian dana.

Sulawesitoday - Parigi Moutong pernah punya satu cerita yang bisa dibanggakan. Di tengah berita muram soal gagal panen, dan jalan rusak, angka kemiskinan ekstrem justru turun tajam.

Dari 6,39 persen, kini tinggal 1,3 persen. Bukan sulap, bukan sihir. Semua itu, kata Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan, adalah hasil kerja program “Gercep Gaskan Berdaya”.

Program ini semacam "infus darurat" pengentasan kemiskinan. Disuntik langsung dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dengan dana hibah Rp8 miliar. Sasarannya jelas: 813 Kepala Keluarga, tersebar di lima kecamatan—Palasa, Tinombo, Tinombo Selatan, Sidoan, dan Tomini.

“Program ini pendekatannya berbasis pemberdayaan masyarakat,” kata Irwan, beberapa waktu lalu, di kantornya yang agak sepi. Tapi ada satu masalah: tahun ini, belum ada kabar apakah program serupa masih akan digelontorkan.

"Masih menunggu," katanya, dengan nada yang bisa diartikan banyak hal.

Di luar angka-angka statistik itu, Parimo masih punya pekerjaan rumah besar. Salah satunya: membuka akses jalan untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang tinggal di pegunungan. Mereka, selama ini, bukan cuma terpencil. Tapi juga terisolasi.

Solusinya? Pengadaan alat berat yang ditempatkan langsung di sana, biar tak perlu bolak-balik sewa. Pekerjaan jalan bisa swakelola. Pemerintah tinggal siapkan dana untuk bahan bakar dan operator. Simpel, tapi butuh kemauan politik.

Baca Juga: Sudah 4 Tahun Usulan Masuk, Jembatan Lingkar Parigi Moutong Masih Jadi Janji di Meja Pemprov

“Kami ingin program bisa lanjut, agar intervensi bisa lebih cepat,” ujar Irwan, lebih sebagai harap-harap cemas daripada optimisme.

Sekarang, semua tinggal menunggu. Dana belum pasti. Jalan belum terbuka. Dan angka kemiskinan, meski turun, tetap bisa naik kapan saja kalau program sosial berhenti di tengah jalan.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini