• Selasa, 21 Juli 2026

Bappelitbangda Parigi Moutong: Rencana Oke, Eksekusi Hampir Sempurna, Tapi Masih Manual

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 22 Mei 2025 | 04:35 WIB
Pemerintah Parimo klaim konsistensi perencanaan-pelaksanaan sudah 98%. Tapi sistemnya masih andalkan manual. Risiko? Bisa diselewengkan.
Pemerintah Parimo klaim konsistensi perencanaan-pelaksanaan sudah 98%. Tapi sistemnya masih andalkan manual. Risiko? Bisa diselewengkan.

Sulawesitoday - Di atas kertas, sebuah jalan dibangun. Tapi di lapangan, tanah masih berbatu, rumput masih tumbuh liar. Ini bukan cerita fiksi. Ini soal rencana yang tak selalu berujung pada pelaksanaan.

Di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah—nama panjang yang biasa disingkat Bappelitbangda—masih berjibaku memastikan agar rencana tak cuma sekadar dokumen.

“Kami berupaya mengunci perencanaan dari awal hingga ke APBD dan DPA di tiap OPD,” kata Iqbal Karim, Kepala Bidang Perencanaan Makro, Pengendalian, dan Evaluasi Bappelitbangda, Rabu, 7 Mei 2025 lalu.

Iqbal bicara soal konsistensi. Bahwa apa yang dirancang harus sama dengan yang dikerjakan. Tapi ia pun sadar, sistem mereka belum sepenuhnya solid. “Saat ini verifikasi masih manual. Itu yang kadang bikin nomenklatur kegiatan dan realisasi tak sejalan,” ucapnya.

Satu contoh yang disebut: pembangunan jalan. Di dokumen, namanya tertulis rapi. Tapi dana justru dialihkan ke pos lain. “Itu bisa terjadi karena sistem belum bisa mengunci isi program secara otomatis,” lanjutnya.

Padahal, tiap tahun Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sudah rutin turun tangan, melakukan asistensi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) di tiap OPD. Bahkan, evaluasi triwulan digelar untuk menakar hasil. Misalnya, berapa kilometer jalan sudah dibangun, bukan cuma berapa kali rapat digelar.

Baca Juga: Dampak Jangka Panjang Stunting terhadap Kecerdasan dan Produktivitas Anak di Parigi Moutong

Meski begitu, Iqbal mengklaim bahwa tingkat kesesuaian antara perencanaan dan realisasi APBD di Parimo sudah mencapai angka 90 sampai 98 persen dalam beberapa tahun terakhir. “Alhamdulillah, capaian kita tergolong tinggi,” katanya.

Angka itu memang menjanjikan. Tapi selama sistem belum otomatis, peluang bagi rencana melenceng dari pelaksanaan masih terbuka. Sebab, jalan yang tertulis belum tentu beraspal. Dan rencana, seringkali hanya sebatas janji yang tersimpan rapi dalam lembar kerja Excel.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini