• Selasa, 21 Juli 2026

Pola Asuh dan Gizi, Kunci Utama Pencegahan Stunting Sejak Dini di Parigi Moutong

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 21 Mei 2025 | 18:55 WIB
Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan SKM. Pola Asuh dan Gizi: Kunci Utama Pencegahan Stunting Sejak Dini
Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan SKM. Pola Asuh dan Gizi: Kunci Utama Pencegahan Stunting Sejak Dini

Sulawesitoday - Stunting itu tak datang seperti badai. Ia pelan, nyaris tak terasa, tapi meninggalkan jejak panjang. Dimulai dari pola makan yang keliru, cara asuh yang kurang tepat, hingga lingkungan yang tak mendukung tumbuh kembang anak. Ia terbentuk hari demi hari, dalam diam, di balik rutinitas rumah tangga yang sering luput dari perhatian.

Banyak orang tua merasa cukup ketika anaknya kenyang. Tapi stunting tak peduli soal perut penuh. Ia menghitung kadar protein, zat besi, vitamin yang tersaji di piring. Nasi dan kerupuk? Murah, mengenyangkan—tapi sayangnya tak menyehatkan jika itu terus-menerus menjadi menu utama.

Di sinilah pola asuh jadi titik kritis. Anak butuh lebih dari sekadar makan. Ia butuh dipeluk, diajak bicara, diajak bermain. Perkembangan otaknya bergantung pada interaksi itu. Namun, masih banyak yang percaya bayi “baik” itu yang diam di ayunan, sementara televisi menyala dari pagi sampai malam.

Upaya mengubah ini tidak bisa dilakukan dengan jargon semata. Butuh pendekatan terstruktur dan melibatkan banyak pihak. Di Kabupaten Parigi Moutong, misalnya, pendekatan itu mulai diperkuat dengan kerangka delapan aksi konvergensi.

“Setiap unsur mempresentasikan capaian program, mulai dari pendataan balita, edukasi gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak,” ujar Irwan, S.K.M., M.Kes., Kepala Bappelitbangda Parimo. Ia menekankan bahwa kerja kolektif ini bukan sekadar program atas kertas. “Delapan aksi ini menjadi kerangka kami—dari promosi pangan lokal hingga sanitasi—semuanya kami sinergikan,” katanya, usai sesi penilaian di ruang kerja Bupati Parimo.

Jika kita ingin memutus mata rantai stunting, maka kerja seperti ini—yang sistematis, lintas sektor, dan membumi—harus jadi standar. Bukan proyek jangka pendek, tapi kesadaran jangka panjang.

Baca Juga: Mengapa Stunting Menjadi Ancaman Serius bagi Masa Depan Anak di Parigi Moutong?

Karena sejatinya, pencegahan stunting adalah pekerjaan hening. Ia tak selalu tampak, tapi dampaknya nyata. Ia dimulai dari ibu yang tahu bagaimana memberi makan dengan benar, dari ayah yang terlibat, dari lingkungan yang mendukung.

Dan ujungnya? Bukan sekadar anak yang tumbuh tinggi. Tapi generasi yang berpikir tajam, sehat jiwa dan raganya—yang nanti akan berdiri di garis depan masa depan Indonesia.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini