Sulawesitoday - Uang tunai Rp500 juta bukan jumlah kecil. Apalagi jika ditemukan dalam proses penyidikan korupsi. Itulah yang terjadi di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Rabu lalu, tim penyidik Kejaksaan Tinggi setempat menyita uang tersebut dari tangan bendahara umum daerah. Diduga kuat, uang itu bagian dari cerita lama yang sering berulang: proyek jalan dan uang yang tak sampai ke aspal.
Tiga proyek jadi sorotan: Jalan Pembuni–Bronjong, Gio–Tiolandenggi, dan Trans Bimoli–Pantai. Semuanya dikerjakan tahun lalu di bawah pengawasan Dinas PUPR.
Tapi sebagaimana banyak proyek jalan di negeri ini, yang digelar bukan cuma aspal. Ada dana yang diduga mengalir ke tempat lain, entah ke kantong siapa.
Kejaksaan bergerak dengan dasar hukum yang jelas: Surat Perintah Penyitaan Nomor Print–18/P.2.5/Fd.1/04/2025 tertanggal 14 April. Penyitaan dilakukan 21 Mei. Prosesnya rapi, senyap, tapi tak bisa disembunyikan. Karena uang, seperti halnya jalan rusak, selalu meninggalkan jejak.
Kepala Kejati Sulteng mengatakan bahwa ini bagian dari penyidikan dugaan korupsi. Uangnya kini diamankan di rekening penitipan milik Kejati di Bank Syariah Indonesia Palu. Aman? Kita lihat nanti.
Audit menemukan selisih aneh antara rencana dan kenyataan. Sebagian jalan selesai, sebagian lagi katanya “on progress”. Tapi uangnya sudah beres duluan. Mungkin aspal tak butuh waktu, tapi dana publik jelas butuh pertanggungjawaban.
Belum ada nama yang diumumkan. Tapi publik tentu berharap ini bukan sekadar tangkapan seremonial. Karena pengalaman mengajarkan, satu-dua penyitaan belum tentu membongkar siapa yang duduk di balik meja anggaran.
Kejaksaan berjanji akan menuntaskan. Dan masyarakat? Masih harus bersabar. Jalan yang rusak bisa ditambal. Tapi kepercayaan publik? Kadang butuh lebih dari sekadar penyitaan untuk membangunnya kembali.
Artikel Terkait
23 Kecamatan Dievaluasi, Bappelitbangda Parimo Genjot Implementasi Program Nasional
MBG Mulai Jalan di Parigi Moutong, Janji Negara yang Diolah di Dapur-Dapur Lokal
Anak Pendek Bukan Sekadar Genetik: Parimo Hadapi Stunting dengan Program Seribu Hari
Teknis Jadi Alasan, Parigi Moutong Atur Ulang Jadwal Pertemuan Perencanaan Sanitasi
Apa Itu Program PPSP yang Jarang Terdengar Warga Parigi Moutong