kriminal

Warga Nekat Gali Mangga Ilegal: 9,5 Ton Disiram EM4, Malah Dikorek Kembali

Jumat, 30 Mei 2025 | 05:41 WIB
Warga Bagan Asahan bongkar pemusnahan 9,5 ton mangga ilegal, meski sudah disiram bakteri EM4 – potensi keracunan menanti.

Sulawesitoday - Desa Bagan Asahan sempat riuh pada Kamis pagi, 22 Mei 2025. Puluhan warga tampak sibuk menggali kembali puluhan karung berisi buah yang barusan dimusnahkan. Di balik tanah yang masih lembap, terpampang sisa-sisa mangga yang sudah terendam cairan pembusuk EM4. Aksi nekat ini memancing pertanyaan: sampai sejauh manakah lapar dan motif ekonomi mendorong masyarakat mengabaikan risiko kesehatan?

Pada pekan lalu, Bea Cukai Teluk Nibung bersama BBKHIT Sumut menyita 9,5 ton mangga ilegal asal Thailand. Tanpa melengkapi prosedur karantina, buah impor ini disegel dan kemudian dimusnahkan secara organik. Cairan EM4, yang mengandung bakteri pembusuk, dituangkan agar mangga hancur total dan bijinya pun tak bisa tumbuh lagi. “Proses ini telah kami komunikasikan terbuka. Tujuannya agar tak ada satupun biji kembali jadi ancaman tumbuhnya hama dan penyakit,” terang Domu Sinaga, Kepala Karantina Tanjungbalai Asahan.

Namun, hanya beberapa jam setelah penguburan, video viral memperlihatkan warga mencongkel tanah dengan cangkul dan mengambil mangga itu. Rekaman itu menunjukkan sukarelawan dadakan membawa pulang buah yang tampak basah dan berlendir. “Ini bukan buah sembarangan. EM4 membuatnya berbahaya bila dikonsumsi,” lanjut Domu. Jika memaksakan makan, dikhawatirkan muncul gangguan pencernaan hingga keracunan.

Motivasi warga beragam. Sebagian malah menuturkan, “Kan gratis, masa buang saja?” Meski terdengar sederhana, keputusan ini berpotensi membawa “buah simalakama” bagi kesehatan publik. Sepintas terasa menggiurkan, namun embrio bakteri patogen dalam EM4 bisa menimbulkan diare parah dan kerusakan organ jika tak ditangani serius.

Baca Juga: Ledakan Pabrik Pestisida di China: Asap Raksasa, Jerit Warga, dan Rekam Jejak Hitam

Pihak berwajib kini menyiapkan penyelidikan lebih lanjut. Dugaan pelanggaran tindak pidana karantina bisa berdampak pada denda hingga penjara. Kepala Desa Bagan Asahan juga telah mengeluarkan imbauan agar warganya tak mengulangi perbuatan serupa. Sosialisasi risiko kandungan EM4 rencananya diperluas hingga ke sekolah dan posyandu setempat.

Peristiwa ini menjadi cermin penting: antara kebutuhan ekonomi dan keselamatan publik, ada garis tipis yang tak boleh dianggap enteng. Upaya preventif dan edukasi intensif kini menjadi kunci menghindari “musim panen” yang justru membawa malapetaka.

Tags

Terkini