Istilah "nabi" yang ia gunakan, kata Dedy, adalah metafora untuk menggambarkan seorang pemimpin yang memiliki nilai moral tinggi, pengaruh besar, layaknya Gandhi atau Mandela.
"Saya tidak bicara soal wahyu atau agama. Dalam konteks sosiologis, banyak tokoh dunia disebut sebagai nabi karena pengaruhnya—Gandhi, Mandela, misalnya," jelasnya, mencoba mendinginkan suasana yang terlanjur panas.
Hingga berita ini diturunkan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI masih memilih bungkam. Belum ada pernyataan resmi yang keluar dari markas partai banteng-putih-bulat itu, seolah menunggu badai reda atau mungkin, sedang merumuskan sikap yang tepat agar tak salah langkah. Sebuah keheningan yang justru mengundang tanda tanya.