Istilah "nabi" yang ia gunakan, kata Dedy, adalah metafora untuk menggambarkan seorang pemimpin yang memiliki nilai moral tinggi, pengaruh besar, layaknya Gandhi atau Mandela.
"Saya tidak bicara soal wahyu atau agama. Dalam konteks sosiologis, banyak tokoh dunia disebut sebagai nabi karena pengaruhnya—Gandhi, Mandela, misalnya," jelasnya, mencoba mendinginkan suasana yang terlanjur panas.
Hingga berita ini diturunkan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI masih memilih bungkam. Belum ada pernyataan resmi yang keluar dari markas partai banteng-putih-bulat itu, seolah menunggu badai reda atau mungkin, sedang merumuskan sikap yang tepat agar tak salah langkah. Sebuah keheningan yang justru mengundang tanda tanya.
Artikel Terkait
Pemasyarakatan Sulteng Rombak Paradigma, PK dan Psikolog Jadi Jantung Keadilan Baru
Benang Merah Skandal Judi Online, Abindra Bongkar Grup Service AC di Komdigi
Indonesia Borong 48 Jet Tempur KAAN, Turki Sumringah
IUP Dicabut, Aktivis Menduga Gimik Lama di Balik Senyap Raja Ampat
Petani Poso Temukan Senjata Api Berkarat, Kenangan dari Konflik Lama Muncul