Meski tidak ada korban jiwa, sebuah mushola ikut terendam. Langkah cepat pun telah dilakukan, seperti koordinasi dengan aparat desa dan asesmen awal. Kebutuhan mendesak yang disuarakan adalah normalisasi sungai dan logistik Penanggulangan Bencana (PB).
Banjir lumpur Desa Air Panas ini bukan sekadar bencana alam biasa. Ia adalah cerminan dari sebuah dilemma besar: antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan yang kian terancam oleh kaitan tambang emas ilegal. Akankah tawa pilu Selvi Epi itu menjadi pekikan terakhir sebelum Desa Air Panas tenggelam dalam lautan lumpur?