Meski tidak ada korban jiwa, sebuah mushola ikut terendam. Langkah cepat pun telah dilakukan, seperti koordinasi dengan aparat desa dan asesmen awal. Kebutuhan mendesak yang disuarakan adalah normalisasi sungai dan logistik Penanggulangan Bencana (PB).
Banjir lumpur Desa Air Panas ini bukan sekadar bencana alam biasa. Ia adalah cerminan dari sebuah dilemma besar: antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan yang kian terancam oleh kaitan tambang emas ilegal. Akankah tawa pilu Selvi Epi itu menjadi pekikan terakhir sebelum Desa Air Panas tenggelam dalam lautan lumpur?
Artikel Terkait
Tiga Pria Diduga Aniaya Pacar Driver Ojol yang Viral di Medsos Kini Ditahan Polisi
Kronologi Lengkap Petani Ditelan Ular Piton 5 Meter di Buton Selatan, Akhir Tragis La Noti
Peresmian Jembatan Palu IV Terganjal, Kapan Waktunya Tiba?
Jejak PSK Berkeliaran di IKN, Bisnis Kencan Online dan Tarif Mencengangkan Terbongkar
Beras Mahal di Majene Rp420 Ribu per 25 Kg, Pemerintah Diminta Bertindak Cepat