Sulawesitoday - Berapa lagi uang yang harus dirogoh demi sebungkus beras? Pertanyaan itu membayang di benak warga Majene, Sulawesi Barat, tatkala melihat harga Beras 25 kilogram di Pasar Sentral Majene tembus di harga Rp420 Ribu. Sebuah lonjakan yang seperti anak panah lepas dari busur, melesat lajam menekan sendi ekonomi rumah tangga.
Kenaikan harga bahan pokok ini bukan sekadar angka di papan pedagang, melainkan cermin getir perjuangan masyarakat. Banyak yang terpaksa gigit jari, mengurungkan niat membeli satu karung penuh, bahkan bergeser ke jenis beras medium yang sebelumnya tak pernah dilirik.
Anwar Muharram, seorang pedagang beras di Pasar Sentral Majene, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, mencoba merangkai teka-teki kenaikan ini.
“Stok gabah dari pabrik memang sangat terbatas. Itu yang jadi penyebab utama harga beras naik terus,” ujarnya.
Ia menduga, kelangkaan pasokan gabah di tingkat pabrik inilah biang kerok di balik mahalnya beras dua bulan terakhir. Distribusi pun ikut tersendat, menciptakan riak keresahan di pasaran.
Anwar lantas bercerita, beras premium semacam Nur Madi, yang semula bertengger di harga Rp350 ribu, kini melesat ke Rp395 ribu. Setelah 10 Muharram lalu, angka itu kian tak terbendung, menembus angka keramat Rp400 ribu per karung.
Tak hanya premium, beras medium dengan merek Nenas pun ikut terdongkrak. Dari Rp325 ribu, kini melambung menjadi Rp375 ribu per 25 kilogram.
Artinya, ada kenaikan Rp50 ribu, atau hampir lima Ribu rupiah setiap harinya dalam dua bulan terakhir. Delapan kali sudah harga menanjak, tanpa tanda-tanda landa-landai penurunan.
Keluhan serupa datang dari Hasni, warga Kelurahan Pangali-ali. Raut mukanya memancarkan beban yang tak ringan.
“Biasanya saya beli satu karung untuk sebulan, sekarang cuma bisa setengah. Itu pun bukan yang premium lagi, tapi beras medium. Apa-apa sekarang mahal, jadi harus pintar-pintar hemat, harus pintar-pintar hemat,” keluh Hasni kepada wartawan.
Ia melanjutkan, kenaikan ini membuat pengeluaran rumah tangga membengkak, seolah ada lubang tak kasat mata yang terus menguras pundi-pundi.
Baca Juga: Jejak PSK Berkeliaran di IKN, Bisnis Kencan Online dan Tarif Mencengangkan Terbongkar
Melihat kondisi ini, masyarakat berharap pemerintah daerah tak tinggal diam. Mereka menyerukan agar tangan-tangan pemangku kebijakan segera turun gunung, menstabilkan harga, dan menjamin ketersediaan beras.
Sebab, kebutuhan pokok ini adalah nadi kehidupan, vital dalam mencukupi hari-hari masyarakat.
Artikel Terkait
Empat Nyawa Selamat! Tim SAR Gabungan Evakusi Korban Long Boat Mati Mesin di Perairan Matanga
Tiga Pria Diduga Aniaya Pacar Driver Ojol yang Viral di Medsos Kini Ditahan Polisi
Kronologi Lengkap Petani Ditelan Ular Piton 5 Meter di Buton Selatan, Akhir Tragis La Noti
Peresmian Jembatan Palu IV Terganjal, Kapan Waktunya Tiba?
Jejak PSK Berkeliaran di IKN, Bisnis Kencan Online dan Tarif Mencengangkan Terbongkar