"Tapi, yang menganggap bahwa mereka benar, boleh menyampaikan klarifikasi kepada direksi. Tetapi hari ini kita cabut," tegas Amran. Nada bicaranya tidak memberi ruang kompromi. Keputusan sudah final, kecuali ada bukti sebaliknya.
Stok pupuk di kios yang dicabut izinnya tidak dibiarkan menganggur. Distribusinya dialihkan ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Langkah ini strategis. Kopdes lebih dekat dengan petani. Rantai pasok jadi lebih pendek dan efisien.
"Langsung serahkan Kopdes, ini menguntungkan petani, Kopdes juga membantu serap gabah," papar Amran. Ada sinergi yang dibangun di sini. Kopdes tidak hanya distribusi pupuk, tapi juga membantu penyerapan hasil panen. Win-win solution.
Kebijakan ini menandai perubahan fundamental dalam sistem distribusi pupuk bersubsidi. Pemerintah ingin memastikan subsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Tanpa potongan. Tanpa mark-up ilegal.
Amran menutup penjelasannya dengan pesan tegas. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan ketat. Tim investigasi akan tetap bergerak. Siapa pun yang berani main curang, siap-siap menghadapi konsekuensi hukum.
Baca Juga: Tugas Penertiban Berujung Kekerasan, Lurah Medan Didorong Warga Hingga Masuk Parit