kriminal

Ribuan Jalur Tikus Jadi Pintu Masuk Kontainer Ilegal, Dugaan Suap Rp20 Juta Mengalir di Pelabuhan Resmi

Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:42 WIB
Dugaan suap Rp20 juta per kontainer terungkap. Ribuan jalur tikus jadi pintu masuk barang ilegal. Industri tekstil menuntut tindakan

"Saya tidak akan razia ke pasar, hanya di pelabuhan saja," jelas Purbaya.

Logikanya sederhana. Kalau suplai ilegal dihentikan, pedagang bisa beralih. Jual produk lokal. Industri dalam negeri bangkit. Pedagang tetap untung. Win-win solution.

"Kalau produksi dalam negeri hidup, mereka juga tetap untung. Masa kita biarkan yang ilegal sementara produksi dalam negeri mati?" ungkap Purbaya.

Kebijakan ini menunjukkan pemerintah paham. Masalahnya bukan di hilir. Tapi di hulu. Bukan pedagang kecil yang salah. Tapi sistemnya yang bocor. Maka, tutup sumbernya. Bukan keran terakhirnya.

  • Bisakah Industri Tekstil Nasional Bangkit Lagi?

Industri tekstil Indonesia pernah jaya. Menyerap jutaan tenaga kerja. Menyumbang devisa besar. Tapi kini terpuruk. Persaingan tidak sehat membuatnya sekarat. Barang ilegal membanjiri pasar dengan harga murah. Produk lokal kalah bersaing.

Danang menekankan urgensi penindakan. Jika praktik suap tidak dihentikan, industri tekstil akan terus merosot. Ribuan pekerja terancam PHK. Pabrik-pabrik tutup. Investasi mengalir ke negara lain.

"Kita perlu ketegasan dari pemerintah dan transparansi dalam penegakan hukum," tegas Danang.

Komitmen Purbaya adalah harapan. Tapi eksekusi di lapangan yang menentukan. Aparat harus bersih. Sistem harus transparan. Pengawasan harus ketat. Tanpa itu semua, janji tinggal janji.

Purbaya optimis. Jika impor ilegal dihentikan, industri domestik akan hidup kembali. Produksi meningkat. Lapangan kerja terbuka. Ekonomi berputar.

"Kalau impornya mati, suplainya berhenti, maka industri domestik akan hidup lagi," ujar Purbaya.

Baca Juga: Royalti Lagu Pesta Nikahan Jadi Perdebatan, WAMI Minta 2 Persen, Anggota DPR Tolak Mentah-Mentah

Halaman:

Tags

Terkini