• Selasa, 21 Juli 2026

Prabowo Tegas Tidak Ada Ruang untuk Mafia di Tubuh Pemerintahan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:37 WIB
Prabowo tegas: tidak ada ruang untuk mafia dalam pemerintahan. Narkoba, penyelundupan, dan judi online jadi prioritas utama pemberantasan.
Prabowo tegas: tidak ada ruang untuk mafia dalam pemerintahan. Narkoba, penyelundupan, dan judi online jadi prioritas utama pemberantasan.

Sulawesitoday - Presiden Prabowo Subianto melempar statement keras. Tidak ada tempat bagi mafia. Tidak ada ruang untuk pemerintah dalam pemerintah. Pernyataan ini keluar Rabu (29/10) saat pemimpin tertinggi Indonesia itu memimpin langsung pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Trunojoyo.

Bukan sekadar retorika kosong. Prabowo sudah membuktikannya. Sejak Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Kepolisian Republik Indonesia berhasil menyita 214,84 ton narkoba. Nilai ekonominya? Rp29,37 triliun. Angka fantastis itu setara dengan menyelamatkan 629 juta jiwa—lebih dari dua kali lipat populasi Indonesia.

"Dan ancaman yang tidak kalah berbahaya adalah ancaman narkoba," ujar Prabowo. Suaranya tegas. Matanya tajam menatap barisan pejabat kepolisian.

Namun narkoba hanya satu wajah dari musuh bangsa. Ada dua musuh lain yang sama berbahayanya: penyelundupan dan judi online. Ketiganya, menurut Prabowo, menjadi akar kebocoran kekayaan negara. Seperti tubuh yang kehilangan darah, bangsa akan mati bila kekayaannya terus mengalir ke tangan yang salah.

  • Apa Saja Tiga Titipan Prabowo untuk Polri?

Prabowo tidak main-main. Sejak awal masa kepemimpinannya, ia memberi mandat langsung kepada Kapolri. Bukan mandat biasa. Ini mandat strategis yang menentukan masa depan ekonomi nasional.

"Saya tidak menitip satu pun pejabat," kata Prabowo. Nada bicaranya dingin. "Tidak ada titipan keluarga. Tidak ada titipan ponakan." Ia berhenti sejenak. Kemudian melanjutkan dengan penekanan kuat.

"Saya hanya titip tiga hal: berantas narkoba, berantas penyelundupan, dan berantas judi online."

Tiga misi ini bukan sekadar target pencapaian. Ini adalah fondasi untuk menutup kebocoran kekayaan negara. Prabowo mengibaratkan kekayaan negara seperti darah dalam tubuh manusia. Bila terus bocor, negara akan kolaps. Bangsa akan gagal mencapai kejayaannya.

  • Siapa Mafia yang Dimaksud Prabowo?

Pertanyaan ini menggantung di udara. Prabowo tidak menyebut nama. Tapi pernyataannya cukup gamblang. Ada pihak-pihak di dalam pemerintahan yang mencoba mencari keuntungan pribadi. Ada kelompok tertentu yang merasa lebih pintar. Mereka mengira bisa mengakali rakyat dan pemimpin politik.

"Tidak boleh ada mafia dalam pemerintahan," tegas Prabowo. "Tidak boleh ada orang pintar yang merasa bisa mengakali rakyat dan pemimpin politik."

Ancaman ini nyata. Bukan teori konspirasi. Bukan dongeng politik. Ini fakta yang dihadapi setiap pemerintahan di berbagai negara. Para mafia birokrasi ini biasanya bekerja rapi. Mereka punya jaringan kuat. Mereka tahu celah-celah sistem.

Prabowo menjanjikan pembongkaran total. "Mereka yang mencuri uang rakyat, uang negara, akan kita bongkar sampai ke akar-akarnya," lanjutnya. Kata-kata ini bukan gertakan. Ini komitmen politik yang akan diuji waktu.

  • Mengapa Sinergi Lembaga Negara Menjadi Kunci?

Prabowo paham betul. Polri tidak bisa bekerja sendiri. TNI tidak bisa berjuang seorang diri. Kejaksaan, BPK, KPK—semua lembaga negara harus bersinergi. Ego sektoral harus ditinggalkan. Kepentingan institusi harus tunduk pada kepentingan nasional.

Inilah yang dimaksud pemberantasan holistik. Bukan sekadar menangkap pelaku. Tapi membongkar jaringan. Menutup celah sistem. Membangun integritas birokrasi dari nol.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini