Sulawesitoday - Jumat siang yang tenang berubah mencekam. SMAN 72 Kelapa Gading diguncang ledakan dahsyat. Namun bukan ledakan itu sendiri yang paling mengejutkan. Melainkan apa yang ditemukan setelahnya.
Pukul 12.09 WIB, warga bernama Zulfikar melaporkan suara ledakan keras ke Command Center Damkar. Laporan itu memicu mobilisasi cepat. Tim Brimob dan Gegana bergerak kilat. Dua mobil Gegana Brimob Polda Metro Jaya tiba di lokasi pada 13.45 WIB. Sterilisasi dimulai. Sekolah dikunci rapat.
Yang mereka temukan bukan sekadar puing. Bukan hanya serpihan kaca berserakan. Di tengah kekacauan, petugas menemukan dua senjata api laras panjang. Satu pistol revolver ikut disita.
Yang lebih mengerikan, ada tulisan di salah satu senjata: "Welcome To Hell."
Pesan itu bukan sekadar coretan. Itu adalah pertanda. Pertanda bahwa ledakan di sekolah negeri ini bukan kecelakaan semata. Ada niat. Ada rencana. Ada ancaman yang lebih dalam dari sekadar speaker meledak.
Apa Penyebab Ledakan Sebenarnya?
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) sempat menyebutkan speaker sebagai sumber ledakan. Tapi pernyataan itu kini dipertanyakan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan penyidikan masih berjalan.
"Masih didalami, lagi disisir sama Gegana," ujar Budi saat ditemui wartawan, Jumat 7 November 2025. "Ada SOP khusus, kami belum tahu asal muasal ledakan dari apa."
Kehadiran senjata api mengubah narasi sepenuhnya. Jika ledakan berasal dari speaker, mengapa ada senjata? Mengapa ada pesan ancaman? Pertanyaan-pertanyaan itu kini menggantung. Menunggu jawaban dari tim Gegana yang masih menyisir setiap sudut sekolah.
Polisi bekerja ekstra hati-hati. Mereka tidak ingin ada detail yang terlewat. Penjagaan ketat diberlakukan. Akses ke area sekolah ditutup total. Hanya petugas berwenang yang boleh masuk.
Berapa Jumlah Korban yang Jatuh?
Ledakan itu tidak tanpa korban. Sebanyak 54 orang terluka. Mayoritas mengalami luka akibat pecahan kaca. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menjelaskan, korban mengalami luka ringan hingga sedang.
"Sebagian sudah dipulangkan," kata Asep dalam keterangan resminya. Namun untuk data lengkap korban, pihak kepolisian masih melakukan konfirmasi menyeluruh.
Kadispen TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, menambahkan bahwa pendataan masih berlangsung. "Korban masih kami konfirmasi datanya, belum bisa kami sampaikan," ujarnya kepada awak media pada hari yang sama.