Tim Gegana masih menyisir lokasi kejadian. Mereka mencari kemungkinan adanya bahan peledak lain. Atau bukti-bukti penting yang tertinggal. Setiap centimeter area sekolah diperiksa dengan teliti.
Polda Metro Jaya juga mengirim tim forensik. Mereka menganalisis serpihan speaker yang disebut sebagai sumber ledakan. Apakah benar speaker itu meledak sendiri? Atau ada bahan peledak yang sengaja ditanam di dalamnya?
Analisis balistik terhadap senjata yang ditemukan juga dilakukan. Polisi ingin tahu apakah senjata tersebut pernah digunakan dalam kejahatan lain. Apakah nomor serinya terdaftar? Dari mana senjata itu diperoleh?
Penyidik juga akan memeriksa rekaman CCTV. Baik dari dalam sekolah maupun area sekitar. Mereka mencari jejak pergerakan tersangka sebelum ledakan. Siapa saja yang dia temui? Apakah ada kaki tangan lain?
Budi Hermanto menegaskan, investigasi akan tuntas.
"Kami akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini," katanya dengan nada tegas. "Keadilan harus ditegakkan. Pelaku harus dihukum sesuai perbuatannya."
Baca Juga: Disebut Kriminalisasi, Roy Suryo Tegaskan Peneliti Dokumen Publik Tak Seharusnya Dihukum
Artikel Terkait
Potensi Konflik Kawasan Tambang dan Kawasan Pertanian di Parigi Moutong: Ketika Lahan LP2B dan Zona WPR Berhadapan
Utang Rp5,8 T dari Spanyol, Indonesia Kejar Teknologi Pengawasan Laut dengan 10 Kapal dan Sistem Drone Canggih
Analisis daya dukung lingkungan di wilayah pesisir dan pegunungan dari revisi RTRW yang disoroti DPRD Parigi Moutong
8 Orang Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Polda Metro Ungkap Dua Kluster Pelaku
Disebut Kriminalisasi, Roy Suryo Tegaskan Peneliti Dokumen Publik Tak Seharusnya Dihukum