kriminal

Lewat Negosiasi, Polisi Berhasil Buka Akses Jalan dari Pemalangan Rp 1 Miliar di Dogiyai

Sabtu, 5 Oktober 2024 | 14:09 WIB
Negosiasi berhasil membuka akses jalan dari pemalangan Rp 1 miliar di Papua Tengah, menunjukkan pentingnya diplomasi dalam menyelesaikan konflik. #Pilkada #PapuaTengah #Negosiasi (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Dalam situasi yang penuh ketegangan, kemampuan bernegosiasi sering kali menjadi kunci dalam menyelesaikan konflik. Ini terbukti dalam kejadian yang berlangsung di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada Kamis (3/10/2024), di mana aksi pemalangan jalan oleh sekitar 50 orang massa menuntut uang permisi sebesar Rp 1 miliar berhasil diakhiri dengan damai tanpa perlu konfrontasi.

Kelompok massa tersebut meminta uang permisi kepada rombongan salah satu calon gubernur dan wakil gubernur yang sedang melakukan perjalanan dari Kabupaten Nabire menuju Kabupaten Paniai. Jalan ditutup, dan satu-satunya cara untuk melanjutkan perjalanan adalah dengan memenuhi permintaan tersebut. Namun, berkat intervensi tepat waktu dari tim pengawalan, situasi yang berpotensi semakin memanas berhasil diatasi melalui pendekatan persuasif.

Baca Juga: Rombongan Calon Gubernur Papua Dihadang Warga, Diminta Rp 1 Miliar untuk Lewat

AKBP Achmad Fauzan, Kasatgas Humas Operasi Mantap Praja Cartenz II-2024 Wilayah Papua Tengah, menjelaskan bahwa anggotanya langsung melakukan negosiasi di lapangan. "Anggota pengawalan melakukan negosiasi di lokasi, dan melalui pendekatan persuasif, situasi dapat diatasi tanpa konfrontasi," ujar Fauzan dalam keterangannya, Sabtu (5/10/2024). Ini bukan hanya soal membuka jalan secara fisik, tetapi bagaimana komunikasi dan diplomasi dapat menjadi alat yang efektif untuk menghindari bentrokan.

Fauzan menegaskan bahwa pendekatan yang mereka ambil sangat efektif. Dengan berbicara langsung kepada kelompok yang terlibat, tim pengawalan mampu menjaga ketenangan situasi. "Aksi pemalangan berakhir damai, dan rombongan melanjutkan perjalanan tanpa hambatan," lanjutnya. Kejadian ini bukanlah insiden pertama di Papua yang menunjukkan pentingnya negosiasi dalam menjaga keamanan, terutama di masa pemilihan kepala daerah (pilkada) yang sering kali memicu ketegangan di wilayah-wilayah tertentu.

Pentingnya negosiasi dalam situasi seperti ini juga terlihat dalam video viral yang beredar di media sosial. Seorang pria berbaju hitam terlihat berbicara dengan aparat di lokasi kejadian, menegaskan permintaannya akan uang permisi. "Kami mengerti, itu kan jalan umum. Tapi kami yang minta itu uang permisi. Di sini itu kita masuk punya wilayah jadi. Kami yang minta itu Rp 1 miliar," kata pria tersebut. Pernyataan tersebut memperjelas bahwa bagi kelompok ini, permintaan uang bukan hanya soal materi, tetapi juga bentuk klaim wilayah, sesuatu yang sering menjadi sumber ketegangan di Papua.

Dalam konteks yang lebih luas, kejadian ini menunjukkan bahwa negosiasi tidak hanya menghindari potensi kekerasan, tetapi juga mempertahankan hubungan yang lebih damai antara pihak-pihak yang terlibat. Dengan komunikasi yang baik dan pemahaman terhadap sensitivitas lokal, keamanan dapat tetap terjaga tanpa harus menggunakan kekuatan fisik.

AKBP Fauzan menekankan pentingnya pendekatan persuasif, terutama selama proses pilkada yang sedang berlangsung. "Ini menunjukkan pentingnya pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik dalam menghadapi situasi sulit di lapangan," jelasnya. Dengan menjaga ketertiban, aparat keamanan di Papua Tengah terus berupaya meminimalisasi potensi konflik dalam rangka menciptakan pilkada yang aman dan damai.

Tags

Terkini