Sulawesitoday - Kehadiran polisi di waktu yang tepat berhasil mencegah tragedi di Pulau Karampuang, Kecamatan Mamuju, Sabtu (12/10). Seorang pria bernama Aripuddin (35), yang diduga dalam kondisi mabuk berat, datang ke pesta pernikahan tanpa baju sambil mengacungkan badik dan parang.
Dia bahkan mengancam tamu dengan kata-kata tajam: "Kalau masih ada acara, besok ada yang mati." Kejadian ini hampir memicu amukan massa sebelum aparat kepolisian sigap mengendalikan situasi.
Baca Juga: Polda Malut Janji Transparansi! Penyebab Ledakan Speedboat Cagub Benny Laos Mulai Terungkap
Menurut Kapolsek Mamuju, AKP Moh Fauzi Haryadi, Aripuddin sempat membuat keributan di tengah pesta, memancing kemarahan warga yang berada di lokasi.
“Ini bukan kali pertama dia bikin onar saat mabuk,” ungkap Fauzi, menegaskan bahwa perilaku Aripuddin kerap memicu ketegangan di lingkungan sekitar. Polisi yang tiba dengan cepat di tempat kejadian langsung mengamankan pria tersebut dan menyita senjata tajam yang dibawanya.
Baca Juga: Tragis! Rokok di Atas Speedboat Penyebab Ledakan Maut Kampanye Cagub Malut Beny Laos
Situasi seperti ini sering kali bisa berakhir buruk jika tak ditangani dengan profesionalisme. Pengalaman menunjukkan, amarah massa bisa meluap tanpa kendali ketika ada seseorang yang dianggap membahayakan.
“Untungnya, polisi berhasil menenangkan keadaan sebelum kekerasan massal benar-benar terjadi,” lanjut Fauzi. Berkat langkah cepat ini, tidak ada korban luka, dan potensi tragedi pun berhasil dihindari.
Saat ini, Aripuddin diamankan di Polresta Mamuju bersama barang bukti berupa badik dan parang. Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut apakah ada motif lain di balik aksi nekatnya. Penanganan kasus ini menggarisbawahi pentingnya respons cepat aparat dalam menghadapi situasi darurat yang berpotensi fatal, terutama ketika emosi massa mulai memuncak.
Bagi warga yang tinggal di sekitar Pulau Karampuang, insiden ini bukanlah cerita baru. Mereka telah beberapa kali berhadapan dengan ulah serupa dari Aripuddin, yang diduga sering bertindak di luar kendali saat mabuk. Namun kali ini, kesigapan aparat berhasil menghindari kemungkinan persekusi atau main hakim sendiri.
Baca Juga: Krisis Makanan! Pendaki di Pos 6 Gunung Gandang Dewata Bertahan Hanya dengan 3 Bungkus Mie Instan
Profesionalisme kepolisian di Mamuju menjadi contoh penting tentang bagaimana ketenangan dan tindakan terukur bisa mencegah kekerasan.
"Kami akan mendalami kasus ini lebih lanjut untuk memastikan situasi tetap aman,” tegas Fauzi. Ini menjadi pengingat bahwa peran aparat dalam meredam situasi krisis bukan sekadar soal menangkap pelaku, tetapi juga menjaga keseimbangan agar masyarakat tidak bertindak di luar hukum.