• Selasa, 21 Juli 2026

Krisis Makanan! Pendaki di Pos 6 Gunung Gandang Dewata Bertahan Hanya dengan 3 Bungkus Mie Instan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 13 Oktober 2024 | 13:38 WIB
Ilustrasi pendakian Gunung Gandang Dewata. Pendaki terjebak di Pos 6 Gunung Gandang Dewata hanya dengan 3 bungkus mie. Kondisi logistik minim memicu keprihatinan. Bantuan sedang dikerahkan. (Dwi Rahayu Putri)
Ilustrasi pendakian Gunung Gandang Dewata. Pendaki terjebak di Pos 6 Gunung Gandang Dewata hanya dengan 3 bungkus mie. Kondisi logistik minim memicu keprihatinan. Bantuan sedang dikerahkan. (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Pendakian Gunung Gandang Dewata yang penuh tantangan berubah menjadi krisis ketika dua pendaki, Taufik Abubakar dan Jhiwar Julnaintin, terjebak di pos 6 jalur pendakian. Taufik, yang mengalami sakit ambeien, terpaksa berhenti melanjutkan perjalanan, sementara Jhiwar memilih tetap bersamanya.

Mereka ditinggalkan oleh enam rekan pendaki lainnya yang turun lebih dulu untuk meminta bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa. Dengan hanya tersisa tiga bungkus mie instan, minimnya persediaan logistik menjadi perhatian utama dalam situasi darurat ini.

Baca Juga: Setiap Kecamatan Dapat Jatah 12.000 Liter Air Sehari, Tanggap Darurat Krisis Air Berdampak bagi 45 Ribu Warga Maros

“Kami terima laporan Sabtu sore. Mereka sudah tertinggal di pos 6 sejak Jumat,” jelas Gusti Hermiawan, Kalaksa BPBD Mamasa.

Bayangkan, selama dua hari itu mereka hanya bertahan dengan tiga bungkus mie. Seperti yang Gusti sampaikan, situasi ini benar-benar mengkhawatirkan. Tidak mungkin ada yang bertahan dalam kondisi fisik lemah dengan makanan yang terbatas.

Baca Juga: Pejabat Pemda Parigi Moutong Diperiksa! Izin Sawit Fiktif Jadi Fokus Penyelidikan Kejati Sulteng

Minimnya persediaan makanan bisa berdampak serius, terutama di medan berat seperti jalur pendakian Gunung Gandang Dewata. Tubuh membutuhkan kalori dan nutrisi lebih banyak untuk bertahan, terutama dalam suhu yang lebih dingin dan kondisi alam yang tak terduga. Setiap detik berlalu tanpa makanan yang memadai memperburuk kondisi fisik.

Menurut laporan, “Mereka sisa punya 3 bungkus mie instan itu sejak dua hari lalu,” kata Gusti lagi.

Sementara tim evakuasi sedang berupaya secepat mungkin, logistik adalah tantangan besar. BPBD bersama Basarnas, BKSDA, dan kelompok pecinta alam lokal bergerak cepat dengan membentuk empat tim. Tim pertama, yang bertugas membawa makanan dan obat-obatan, sudah diberangkatkan subuh tadi.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis! Basarnas Berhasil Selamatkan 17 Korban, 6 Tewas dalam Ledakan Speedboat di Taliabu

Namun, perjalanan menuju pos 6 bukanlah hal yang mudah. Gusti memperkirakan evakuasi bisa memakan waktu hingga tiga hari karena akses yang sulit.

Untuk pendaki dalam kondisi seperti ini, tak hanya soal fisik, tapi mental juga diuji. Berpisah dari kelompok dan terjebak tanpa bantuan segera adalah pengalaman yang sangat mencekam. Ditambah lagi, hanya ada tiga bungkus mie instan tersisa—itu bukan makanan yang memberikan kekuatan untuk bertahan dalam jangka waktu lama.

Baca Juga: Oknum Brimob Tersangka Kasus Persetubuhan ABG di Parigi Moutong Ditahan, Eksekusi Resmi Dilaksanakan

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini