Misteri bintang hilang di Galaksi Bima Sakti mulai terkuak
Sebuah fenomena misterius dalam galaksi Bima Sakti akhirnya mulai terkuak, di mana sejumlah bintang tampaknya menghilang secara misterius. Ilmuwan menjelaskan bahwa kejadian ini disebabkan oleh terkelupasnya lapisan hidrogen terluar bintang setelah ribuan tahun. Teori ini mengungkapkan bahwa setiap tiga bintang masif, satu di antaranya akan kehilangan lapisan hidrogen terluarnya dalam periode ratusan hingga ribuan tahun. Hasilnya, inti helium yang sangat panas dan terik, sekitar 10 kali lebih panas dari permukaan Matahari, terungkap ketika bintang-bintang tersebut meledak dalam supernova eksplosif.
Meskipun teori ini telah muncul sebelumnya, observasi langsung terhadap fenomena ini baru-baru ini berhasil dilakukan. Ylva Götberg dari Institut Sains dan Teknologi Austria menyatakan, "Meskipun teorinya berlimpah, mereka belum teramati sampai sekarang." Peneliti berhasil mengidentifikasi 25 bintang yang tampaknya kehilangan selubung hidrogen di Awan Magellan Besar dan Kecil, dua galaksi tetangga terdekat Bima Sakti.
Bintang-bintang ini, berukuran sekitar dua hingga delapan kali lebih besar dari Matahari, kebanyakan terikat secara gravitasi ke bintang lain, membentuk apa yang dikenal sebagai sistem biner. Para ilmuwan meyakini bahwa bintang pendamping inilah yang bertanggung jawab atas hilangnya selubung hidrogen dari bintang utama yang terdeteksi. Beberapa bintang bahkan disertai dengan bintang neutron, menunjukkan kemungkinan pembentukan sistem bintang neutron ganda yang akhirnya akan bergabung.
Penelitian ini didasarkan pada data kecerahan jutaan bintang yang dikumpulkan oleh Teleskop Optik Ultraviolet Swift dan kemudian dikonfirmasi dengan menggunakan teleskop Magellan di Observatorium Carnegie Las Campanas di Cile. Maria Drout dari Universitas Toronto menyatakan, "Ini adalah lubang yang sangat besar dan mencolok." Meskipun baru 25 bintang yang teridentifikasi dalam fenomena ini, Götberg optimistis bahwa masih banyak lagi kejadian serupa yang belum terungkap. "Kita harus menemukan cara untuk menemukannya," tambahnya.
Dengan penemuan ini, pintu menuju pemahaman lebih dalam tentang evolusi bintang dan dinamika galaksi Bima Sakti tampak semakin terbuka lebar.