• Selasa, 21 Juli 2026

Parigi Moutong Kejar Revisi RTRW, Pemda Sebut Urgent

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 18 November 2025 | 22:04 WIB
Pemkab Parigi Moutong genjot revisi RTRW. Wabup Abdul Sahid tekankan kolaborasi lintas sektor demi pembangunan adaptif dan responsif.
Pemkab Parigi Moutong genjot revisi RTRW. Wabup Abdul Sahid tekankan kolaborasi lintas sektor demi pembangunan adaptif dan responsif.

Sulawesitoday - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tengah berpacu dengan waktu. Target revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menjadi prioritas utama. Dokumen vital ini akan menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan.

Wakil Bupati Abdul Sahid tidak main-main. Ia menegaskan urgensi penyusunan ulang dokumen RTRW di hadapan jajaran perangkat daerah, Selasa (18/11/2025). Lokasinya di Parigi. Suasana rapat terasa serius. Semua mata tertuju pada dokumen tebal di meja.

"Ini bukan ritual administratif semata," ujar Abdul Sahid tegas. Nada suaranya mencerminkan keseriusan. Penyusunan ulang dokumen RTRW bukan sekadar formalitas. Tapi fondasi kebijakan pembangunan.

Pertanyaan ini mengemuka. Jawabannya sederhana namun kompleks. Parigi Moutong berkembang pesat. Infrastruktur baru bermunculan. Potensi ekonomi terus tumbuh. Dokumen lama tak lagi relevan.

Abdul Sahid menjelaskan dengan gamblang. Penataan ruang harus menyesuaikan perkembangan wilayah. Kebutuhan infrastruktur berubah dinamis. Potensi ekonomi baru butuh ruang ekspansi. Dokumen RTRW lama tertinggal zaman.

"Kita butuh peta jalan yang akurat," tambahnya. Revisi harus cermat dan terukur. Data menjadi kunci utama. Tanpa data valid, pembangunan berjalan buta. Konflik pemanfaatan ruang mengancam.

Pemerintah daerah mencatat beberapa persoalan. Tumpang tindih lahan kerap terjadi. Investor bingung mencari lokasi strategis. Masyarakat mengeluh soal izin berbelit. Semua bermuara pada dokumen RTRW yang ketinggalan.

  • Kolaborasi: Kunci Sukses Penyusunan RTRW

Abdul Sahid menekankan satu hal. Kolaborasi adalah kunci. Penyusunan RTRW tak bisa dilakukan sendiri. Butuh keterlibatan banyak pihak.

Perangkat teknis menjadi garda depan. Akademisi memberi masukan ilmiah. Masyarakat diajak berpartisipasi aktif. Sinergi lintas sektor mutlak diperlukan.

"Ini bukan proyek satu instansi," tegasnya. Dinas Pekerjaan Umum terlibat. Bappeda memimpin koordinasi. Universitas lokal diminta kontribusi. Tokoh masyarakat diundang berdiskusi.

Pendekatan partisipatif dipilih. Aspirasi masyarakat ditampung maksimal. Forum diskusi rutin diagendakan. Setiap masukan dicatat rapi. Transparansi dijaga ketat.

Menurut Abdul Sahid, metode ini efektif. Penataan ruang jadi berkelanjutan. Kebutuhan masyarakat terakomodasi. Konflik kepentingan bisa diminimalisir.

  • Harapan Besar di Balik Revisi

Dokumen RTRW baru menyimpan harapan. Pemanfaatan ruang lebih efektif. Konflik tata ruang berkurang signifikan. Pertumbuhan ekonomi daerah meningkat.

Pemerintah optimis namun realistis. Revisi RTRW butuh waktu. Proses tak bisa terburu-buru. Kesalahan kecil berdampak besar.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini