• Kamis, 4 Juni 2026

Hadiah Rp16,5 Juta Menanti, Pemda Parigi Moutong Cari Desainer Motif Budaya Lokal

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 24 November 2025 | 16:53 WIB
Pemda Parigi Moutong buka sayembara desain motif budaya 2025. Hadiah Rp16,5 juta. Gratis. Deadline 13 Desember 2025. Cek syaratnya!
Pemda Parigi Moutong buka sayembara desain motif budaya 2025. Hadiah Rp16,5 juta. Gratis. Deadline 13 Desember 2025. Cek syaratnya!

Mengapa Sayembara Ini Penting bagi Parigi Moutong?

Pertanyaan mendasar muncul. Apakah sebuah motif visual benar-benar penting? Jawabannya: sangat.

Dalam konteks daerah yang terus berkembang, identitas visual bukan sekadar estetika. Ini soal bagaimana sebuah wilayah ingin dikenali. Bagaimana nilai-nilai lokal diterjemahkan dalam bahasa kontemporer yang mudah dipahami generasi muda.

Narjan menegaskan harapannya. Sayembara ini diharapkan melahirkan motif yang benar-benar merepresentasikan jati diri Parigi Moutong. Bukan motif yang dipaksakan. Bukan pula imitasi dari daerah lain.

"Kami ingin motif yang lahir dari pemahaman mendalam tentang lima suku kami," kata Narjan. "Motif yang ketika dilihat, orang langsung tahu: ini Parigi Moutong."

Pemerintah juga menginginkan motif yang aplikatif. Mudah diterapkan pada berbagai media. Dari banner resmi, seragam pegawai, merchandise daerah, hingga kemasan produk UMKM lokal. Fleksibilitas menjadi kunci.

Peluang Emas bagi Desainer Lokal

Sayembara ini membuka peluang besar bagi desainer lokal. Terutama mereka yang selama ini bekerja tanpa panggung memadai. Hadiah Rp16,5 juta memang bukan angka fantastis. Tapi pengakuan dan portofolio resmi dari pemerintah daerah? Itu aset jangka panjang.

Belum lagi kesempatan nama mereka tercatat sebagai pencipta motif resmi kabupaten. Dalam dunia desain, kredensial semacam ini membuka banyak pintu. Proyek-proyek berikutnya akan lebih mudah datang.

Yang menarik, panitia tidak membatasi latar belakang pendidikan. Siapa saja bisa ikut. Mahasiswa desain, desainer profesional, bahkan autodidak yang punya pemahaman budaya dan skill visual memadai.

Kesempatan ini jarang datang. Biasanya, desain resmi pemerintah dikerjakan tim internal atau vendor tertentu. Kali ini, Pemkab Parigi Moutong membuka ruang demokratis. Siapa pun punya kesempatan sama.

Hanya satu yang dibutuhkan: pemahaman autentik tentang budaya Kaili, Tajio, Lauje, Bolano, dan Tialo. Bukan sekadar googling semalaman. Tapi riset mendalam, wawancara tokoh adat, observasi lapangan. Kerja serius yang akan terlihat jelas dalam desain final.

Baca Juga: Wabup Parimo Serahkan Bantuan Bibit Pertanian, Optimalisasi Pekarangan Rumah Jadi Kunci Tekan Stunting

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini