Sulawesitoday - Kemenkumham Sulawesi Tengah (Sulteng) kini bergerak cepat memperkuat peran humas di tiap unit kerjanya. Sebagai bagian dari proses transisi yang sedang berlangsung, tim Humas Kemenkumham Sulteng, yang dipimpin oleh Moh. Arifandi, menyambangi Lapas Kelas IIB Ampana.
Tujuannya? Menguatkan strategi kehumasan dan membangun citra positif di mata publik. Dalam kunjungan ini, Arifandi menyampaikan, “Transisi Kementerian membuat kita mesti siap beradaptasi dengan sebaik-baiknya, termasuk peran kehumasan. Ini penting agar layanan dan kegiatan yang dilakukan berakuntabel dan transparan.”
Mengapa humas Lapas Ampana menjadi prioritas? Dengan perubahan struktur di kementerian, dari satu menjadi tiga: Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Imigrasi dan Pemasyarakatan, humas dianggap memiliki peran strategis dalam memastikan komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Arifandi dan tim humas Kemenkumham Sulteng disambut oleh Samuda, Pelaksana Harian Kepala Lapas Ampana, yang mendukung sepenuhnya langkah ini untuk membangun kepercayaan publik.
Baca Juga: Berburu Barang dan Bawa Pulang Jutaan, Game Show Baru yang Akan Membuat Anda Terkesima Setiap Malam
Sebagai bagian dari strategi, kunjungan tersebut difokuskan pada evaluasi dan penyesuaian manajemen media dan krisis di lingkungan Lapas. Hermansyah Siregar, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, dalam sebuah pernyataan menekankan, “Humas memiliki peran yang sangat strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat.
Di tengah dinamika perubahan yang terjadi, humas harus mampu menjadi jembatan antara Lapas dengan masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang saling percaya.” Pernyataan ini menegaskan pentingnya transparansi, khususnya dalam masa transisi yang rentan terhadap isu kepercayaan publik.
Baca Juga: Ahmad Ali Jadi Magnet Dukungan di Parigi Moutong, Ternyata Ini Alasan Warga Beralih dari Paslon Lain
Tidak dapat dipungkiri, reputasi Lapas sering kali dihadapkan dengan tantangan citra negatif. Itu sebabnya Kemenkumham Sulteng berkomitmen untuk tidak hanya mengedepankan layanan yang akuntabel, tetapi juga menyediakan informasi yang dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat umum.
Selain itu, mereka berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kehumasan dengan program pelatihan yang berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap petugas humas di Lapas dapat menjadi mitra strategis bagi pimpinan dalam merancang strategi komunikasi yang efektif.
Baca Juga: Masyarakat Diminta Berperan, Lapas Ampana Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Transparansi
Dengan menguatkan peran humas, Lapas Ampana diharapkan dapat menjadi contoh bagi unit pemasyarakatan lainnya, khususnya dalam hal pelayanan publik. Tentu, ini bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi antardepartemen untuk mencapai hasil maksimal. Akan tetapi, harapannya cukup jelas—membangun hubungan yang kokoh antara Lapas dan masyarakat adalah suatu kebutuhan.
Langkah ini mencerminkan dedikasi Kemenkumham Sulteng untuk menghadirkan layanan yang transparan, terbuka, dan benar-benar dapat diandalkan. Dalam waktu dekat, publik diharapkan dapat menyaksikan perubahan positif dalam cara Lapas berinteraksi dengan mereka. Karena, pada akhirnya, kepercayaan publik adalah hal yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
Artikel Terkait
ATM Macet Penipuan Beraksi, Warga Bekasi Kehilangan Rp201 Juta
Masyarakat Diminta Berperan, Lapas Ampana Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Transparansi
Ahmad Ali Jadi Magnet Dukungan di Parigi Moutong, Ternyata Ini Alasan Warga Beralih dari Paslon Lain
Berburu Barang dan Bawa Pulang Jutaan, Game Show Baru yang Akan Membuat Anda Terkesima Setiap Malam
Harga Durian Murah Memukul Petani, Dugaan Skema Bisnis Licik di Parigi Moutong Melibatkan Pejabat Terungkap!