• Kamis, 4 Juni 2026

Asuransi Iklim untuk Petani, GIZ dan Pemprov Sulteng Uji Coba Solusi Gagal Panen

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 5 Februari 2025 | 19:18 WIB
Musim tak lagi bisa ditebak. Tapi 12.000 petani kakao Sulteng kini punya 'tameng' baru. Simak cerita di balik asuransi parametrik ini!
Musim tak lagi bisa ditebak. Tapi 12.000 petani kakao Sulteng kini punya 'tameng' baru. Simak cerita di balik asuransi parametrik ini!

Sulawesitoday - Musim hujan datang lebih awal tahun ini. Petani kakao di Kabupaten Sigi hanya bisa geleng-geleng melihat buah di pohonnya membusuk sebelum dipanen.

Tapi mulai Rabu (5/2/2025), ceritanya mungkin bakal berbeda.

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura meresmikan program asuransi parametrik kakao di Hotel Best Western Coco Palu.

Kolaborasi dengan lembaga Jerman GIZ ini disebutnya sebagai “payung” bagi 12.000 petani menghadapi anomali cuaca.

“Ini bukti nyata kolaborasi tiga pihak: pemerintah, mitra internasional, dan masyarakat,” tegas Rusdy.

Kakao memang jadi primadona Sulteng. Data Dinas Perkebunan menyebut 40% pendapatan petani kecil bergantung pada biji cokelat ini.

Tapi El Nino 2023 lalu membuat produksi anjlok 30%. “Kami harus kerja keras menyambung hidup saat gagal panen,” kisah Arifin, petani dari Poso.

Asuransi parametrik ini beda dari asuransi biasa. Klaim cair otomatis bila parameter cuaca tertentu—seperti curah hujan ekstrem—terpenuhi. Tak perlu menunggu verifikasi kerusakan lapangan.

“Proses klaim maksimal 7 hari kerja,” janji Dr. Ismet Khaeruddin dari GIZ.

Tantangannya? Edukasi. Banyak petani masih ragu. “Saya pikir asuransi cuma buat orang kota,” ujar Siti, petani wanita di Palu Selatan.

Dinas Perkebunan sudah menyiapkan 50 penyuluh untuk sosialisasi ke 15 desa.

Baca Juga: Musim Panen Durian Tiba! Tips Pilih Packing House dan Daftar Rekomendasi di Parigi Moutong

Program ini bagian dari proyek AgriCRF GIZ yang dimulai 2023 di Sigi dan Poso. Tahun lalu, 2.000 petani uji coba mendapat manfaat.

“Produktivitas naik 15% karena mereka lebih fokus bertani,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan Sulteng.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini