Sulawesitoday - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong kini berada di ujung persiapan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030.
Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan, menyatakan proses itu berlangsung sembari menanti resmi dilantiknya pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada 2024.
“Sebagai pijakan, RPJMD ini kami susun mengacu pada RPJPD 2025–2045. Parimo diarahkan menjadi daerah berbasis industrialisasi pertanian,” tuturnya usai rapat internal, beberapa waktu lalu.
Irwan menegaskan, masukan visi dan misi kepala daerah baru akan diintegrasikan agar sinergi rencana berjalan mulus. Sesuai aturan, penetapannya harus rampung enam bulan pasca-pelantikan.
Di balik semangat penggarapan RPJMD, muncul tantangan signifikan: aktivitas tambang emas yang kian menyebar. Irwan menggarisbawahi urgensi penyelarasan antara sektor pertambangan dan pertanian.
“Kita tak boleh tumpang tindih. Zonasi dan pemanfaatan ruang sesuai RTRW harus dipastikan agar keduanya dapat berdampingan,” ungkapnya.
Langkah zonasi diyakini akan meredam potensi konflik antar-sektor. Ruang pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan harus diatur sedemikian rupa sehingga memaksimalkan kontribusi setiap subsektor terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tanpa PAD yang kuat, kelancaran pembangunan bakal terhambat. “Lihat saja kabupaten lain di Sulawesi Tengah yang telah berhasil memetik hasil,” imbuh Irwan.
Pandemi COVID-19 2020 sempat menguji ketahanan sektor pertanian. Data menunjukkan, meski pertanian tetap stabil dan menyokong kebutuhan pangan, kontribusinya terhadap PAD masih kalah jauh dibandingkan sektor tambang.
Kondisi ini membuka peluang untuk memberi ruang lebih besar bagi tambang—tentunya dengan evaluasi ketat terhadap RTRW.
Baca Juga: Ekonomi Parigi Moutong Naik-Turun: Didorong Sawah, Dijatuhkan Banjir
Kendati demikian, tantangan fiskal tak mudah diatasi. Anggaran sudah banyak tersedot untuk pendidikan dan kesehatan, dua pilar wajib pemerintah daerah. Irwan memastikan, di tengah keterbatasan itu, porsi anggaran untuk pengembangan pertanian akan terus ditingkatkan.
“Komitmen kita jelas: industrialisasi pertanian tetap prioritas, disertai penyesuaian untuk sektor tambang,” pungkasnya.