Sulawesitoday - Gerak cepat Pemerintah Daerah Parigi Moutong (Pemda Parimo) dalam merealisasikan janji kampanye politiknya kian nyata. Program Seratus Hari Kerja Bupati terkait pengadaan seragam sekolah gratis kini memasuki fase krusial. Sebanyak 7.000 pasang seragam untuk siswa SD dan SMP telah siap didistribusikan ke seluruh wilayah. Ribuan seragam itu menjadi saksi bisu komitmen penuh pemerintah menuntaskan janji.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo memastikan kelanjutan program ini. Kepala Bidang Manajemen Pendidikan Sekolah Dasar Disdikbud Parimo, Ibrahim, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh. Semua guna mendukung program 100 hari kerja Bupati. Seragam gratis itu masuk sebagai agenda utama. Pihaknya optimis bisa menuntaskan sebelum batas waktu program berakhir.
Ibrahim tidak menampik ada kendala. Pengiriman seragam dari pihak penyedia sempat sedikit menghambat proses. Namun, masalah itu tak membuat mereka surut. Progres distribusi justru terus melaju. Dari total target sekitar 15.000 siswa, saat ini angkanya telah melampaui separuh. Setelah lounching awal kemarin, ada 3.000 anak menerima. Ditambah 7.000 pasang yang sekarang siap didistribusikan. Sebuah angka yang membanggakan.
Selain isu pengiriman, keluhan teknis juga muncul di lapangan. Beberapa siswa dilaporkan menerima seragam dengan ukuran yang tidak sesuai. Misalkan, siswa seharusnya ukuran M, justru mendapat L. Sebuah problem yang butuh solusi cepat. Menanggapi hal tersebut, Ibrahim menjelaskan mereka sudah memberi himbauan ke sekolah. Pihak sekolah diminta menyesuaikan ukuran langsung saat menyalurkan seragam. Tidak harus berpegang pada daftar yang ada. Fleksibilitas ini menjadi kunci.
Pantauan di halaman kantor Disdikbud Parimo petang tadi terlihat kesibukan. Puluhan paket seragam untuk siswa pria nampak diangkut ke dalam mobil minibus. Proses distribusi sedang berlangsung. Seragam-seragam itu adalah lembar baru. Janji yang direalisasikan, satu per satu. Ia menjadi jembatan harapan bagi ribuan anak Parigi Moutong.
Di balik kain dan benang, terkandung mimpi-mimpi yang sederhana. Sebuah seragam mungkin tampak remeh. Namun, ia adalah pintu menuju kesetaraan. Kesempatan yang sama. Hak yang sama. Karena pada akhirnya, pendidikan adalah kunci peradaban. Ia bukan sekadar janji. Ia adalah sebuah langkah besar. Sebuah penegasan bahwa setiap anak berhak meraih masa depannya tanpa terbebani biaya.
Baca Juga: Pengedar Sabu Dibekuk, Ditresnarkoba Polda Sulteng Amankan Uang Puluhan Juta Rupiah