"Secara teknis, spider fitting itu mampu menahan beban tarik dan geser 200 hingga 300 kilogram lebih," jelas Sakti. Artinya, klaim kaca terlalu berat dan berpotensi jatuh tidak masuk akal. Faktor keamanan masih sangat tinggi.
Soal gempa juga sudah diperhitungkan. Kaca tempered frameless justru lebih tahan guncangan dibanding usulan kontraktor. "Desain awal menggunakan tempered framless itu lebih kuat ketahanan strukturalnya," tambah Sakti.
Perencana sudah menghitung beban lateral. Goyangan struktur sudah dipertimbangkan. Toleransi pergerakan panel sudah dimasukkan. Sistem frameless bahkan menggunakan fitting fleksibel yang lebih toleran terhadap deformasi gempa.
"Itu sudah diuji secara konsep oleh konsultan dan disetujui pusat, ada juga jaminan teknisnya," ujar Sakti. Ia heran kenapa kontraktor masih ngotot mengganti. "Ini Stenly siapa dia? Sok tahu sekali bicara saya tidak paham teknislah."
Justru usulan kaca One Way dinilai lebih berbahaya. Konsultan membuktikan, bingkai aluminium/UPVC lebih rigid. Kurang toleran terhadap pergerakan struktur. Pada wilayah rawan gempa, sistem bingkai lebih rentan pecah.
"Panel tidak punya fleksibilitas," kata Sakti. Akibatnya, potensi pecah meluas ke seluruh panel. Bahaya bagi orang di bawahnya lebih besar. Ironis, kontraktor mengklaim demi keselamatan tapi justru mengusulkan desain lebih riskan.
Dengan tinggi fasad 6,6 meter, kaca biasa One Way bisa jadi malapetaka. "Jika pecah akibat panas, angin atau getaran akan jatuh menjadi pedang raksasa," ungkap Sakti dengan gamblang. Bayangan mengerikan: serpihan kaca tajam memenggal siapa saja di area teras perpustakaan.
Belum lagi soal ketahanan angin. Kaca biasa hanya punya kekuatan lentur 4-5 kali lebih lemah dibanding tempered. Pada bentang setinggi 6,6 meter di area terbuka, beban angin cukup besar. Risiko pecah karena tekanan angin kencang sangat tinggi.
"Dia (Stenly) hanya bicara pada kami berdasarkan asumsi, tanpa kajian teknis," tegas Sakti. Kekhawatiran soal keselamatan harus dibuktikan dengan perhitungan. Bukan opini. Bukan pendapat pribadi.
Jika kontraktor profesional, kata Sakti, harus ada analisis beban angin dan gempa sesuai SNI 1727. Harus ada perhitungan struktur penopang kaca. Harus ada rekomendasi dari structural engineer bersertifikat. "Jangan hanya modal bicara dengan asumsi pribadi sudah mengklaim pendapatnya sudah benar."
Baca Juga: Wabup Parimo Disebut Tekan PPK Cairkan Dana Proyek Perpustakaan