pemerintah

9,2 Hektare Sekolah Rakyat Parimo untuk Mimpi Anak Terpencil

Selasa, 12 Mei 2026 | 12:42 WIB
Pemkab Parigi Moutong siapkan lahan 9,2 hektare untuk Sekolah Rakyat. Ini harapan ribuan anak putus sekolah di wilayah terpencil Sulawesi Tengah.

Feature Sulawesitoday - "Kami mengapresiasi kesiapan Kabupaten Parigi Moutong," kata Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, Senin pekan ini.

Kalimat itu pendek. Tapi bobotnya berat sekali bagi anak-anak di kaki pegunungan Parigi Moutong yang bertahun-tahun berjalan puluhan kilometer hanya untuk duduk di bangku sekolah.

Bupati Erwin Burase membawa dokumen readiness criteria ke Gedung Kementerian Sosial di Jakarta. Di atas kertas itu tertulis satu angka yang sederhana namun penuh harapan: 9,2 hektare.

Lahan itu disiapkan di Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat. Tidak jauh dari Kantor Bupati. Kelak di sanalah Sekolah Rakyat akan berdiri, jika semua berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Ketangguhan Petani 93 Tahun dan Wajah Dominasi Perempuan dalam Haji Parigi Moutong 2026

Anak-anak suku Tialo di pedalaman Parigi Moutong sudah terbiasa dengan pagi yang berat. Jalan setapak, jembatan kayu rapuh, bukit yang menanjak, dan hutan yang belum tentu aman.

Di wilayah terpencil seperti pegunungan Tinombo, anak-anak harus menempuh perjalanan tiga hingga enam jam hanya untuk sampai ke sekolah. Ada yang lebih dari sepuluh kilometer, satu arah, setiap hari.

Orang tua di kampung-kampung itu punya harapan yang sederhana. Mereka ingin anak-anaknya cerdas, tidak perlu merantau jauh demi pendidikan, dan bisa hidup layak tanpa meninggalkan tanah leluhur.

Harapan itu sudah lama menunggu jawaban.

Parigi Moutong mencatat angka kemiskinan 14,20 persen pada 2024. Sekitar 74 ribu jiwa. Angka itu jauh di atas rata-rata Sulawesi Tengah yang berada di level 10,92 persen.

Rata-rata lama sekolah penduduk Parimo hanya 8,22 tahun. Artinya, secara rata-rata, warga Parimo tidak tamat SMP. Mereka putus sekolah di kelas dua, ketika usia masih belia dan dunia seharusnya masih terasa luas.

Baca Juga: Parigi Moutong Siapkan Karpet Merah untuk Sekolah Rakyat

Angka Partisipasi Murni SMA hanya 66,69 persen. Dari 100 anak usia 16 sampai 18 tahun, ada 33 hingga 34 anak yang tidak bersekolah di jenjang menengah atas. Mereka bukan malas. Mereka tidak punya akses.

Di Sulawesi Tengah, sekitar 13.000 anak dilaporkan tidak bersekolah. Secara nasional, KPAI mencatat sekitar 4 juta anak Indonesia masih berada di luar bangku sekolah. Parigi Moutong menyumbang angka yang tidak kecil dari statistik nasional yang menyedihkan itu.

Halaman:

Tags

Terkini