Sulawesitoday, 11 Agustus 2024 - Perjuangan Eric Moussambani di Olimpiade Sydney 2000 menginspirasi dunia.
Atlet renang asal Guinea ini berlatih di sungai berbahaya bersama buaya, sebelum akhirnya tampil di ajang olahraga terbesar dunia.
Eric Moussambani, seorang atlet renang dari Guinea, membuat dunia terperangah dengan keberaniannya di Olimpiade Sydney 2000.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di Sydney Olympic Park Aquatic Centre, ia tak dapat menyembunyikan rasa kagumnya melihat fasilitas yang megah.
Bagi Eric, ini adalah pengalaman pertama melihat kolam renang Olimpiade yang selama ini hanya bisa disaksikannya melalui layar televisi.
Namun, kisah perjalanan Eric menuju Olimpiade berbeda dengan atlet lainnya. Ia tidak lolos melalui kualifikasi resmi, melainkan memperoleh 'golden ticket' karena Guinea termasuk dalam kategori negara miskin.
Lebih mengejutkan, Eric baru belajar berenang delapan bulan sebelum Olimpiade, itupun bukan di kolam renang berstandar, melainkan di sungai dan danau yang dihuni buaya ganas.
"Saya sering kali takut karena buaya bisa muncul kapan saja saat latihan," ujar Eric.
Baru beberapa minggu sebelum keberangkatan ke Sydney, Eric akhirnya berlatih di kolam renang yang layak.
Ketika berlomba di Olimpiade, ia sadar tak mungkin bisa menang. Tekadnya hanyalah menyelesaikan perlombaan 100 meter gaya bebas tanpa mempermalukan dirinya.
Awalnya, perlombaan berjalan lancar, namun setelah mencapai 50 meter, tubuhnya mulai kelelahan. Ia panik melihat lawan-lawannya sudah jauh di depan, dan merasa malu serta putus asa.
Meskipun demikian, Eric memaksa dirinya untuk terus berenang hingga mencapai garis finis dengan catatan waktu 1 menit 52 detik—waktu terlama dalam sejarah Olimpiade.
Kisah Eric tak berhenti di situ. Setelah menyelesaikan lomba, ia kembali ke penginapan dengan perasaan malu.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Pada 27 September 2000, dunia mengenal namanya sebagai simbol ketekunan dan keberanian.