• Kamis, 4 Juni 2026

Smelter Tembaga Terbesar Dunia Ada di Gresik Indonesia, Freeport Penuhi Kebutuhan Global dari China hingga Eropa

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 29 Oktober 2024 | 11:38 WIB
Smelter tembaga terbesar di dunia di Gresik, Indonesia, memperkuat posisi Freeport sebagai pemasok global tembaga dari China hingga Eropa. #IndustriTembaga #Freeport (Dwi Rahayu Putri)
Smelter tembaga terbesar di dunia di Gresik, Indonesia, memperkuat posisi Freeport sebagai pemasok global tembaga dari China hingga Eropa. #IndustriTembaga #Freeport (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Indonesia kini menempatkan dirinya sebagai pemain utama dalam industri tembaga global dengan beroperasinya smelter tembaga single line terbesar di dunia di Gresik, Jawa Timur. Dikelola oleh PT Freeport Indonesia (PTFI), smelter ini menambah daya saing industri hilirisasi tembaga Tanah Air dan menjadikan Freeport sebagai penyedia utama bagi pasar internasional, mulai dari China hingga Eropa.

Dengan kapasitas pengolahan mencapai 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun, PTFI semakin memantapkan posisinya dalam pemenuhan kebutuhan global akan tembaga, terutama di sektor kendaraan listrik dan transisi energi.

Baca Juga: Kiamat Mulai Terlihat di Ekosistem Laut, Orca Pemburu Hiu Menunjukkan Krisis Perubahan Iklim di Afrika Selatan

Menurut Direktur Utama Holding BUMN Industri Pertambangan, MIND ID, Hendi Prio Santoso, produk katoda tembaga dari smelter ini saat ini sebagian besar diekspor ke negara-negara seperti China dan Eropa, dua kawasan dengan permintaan tembaga yang sangat besar.

“Copper katoda ini sebagian besar masih diekspor,” kata Hendi saat ditemui di Gresik. “Ada yang ke China, ada yang ke Eropa,” tambahnya. Ekspor ini menjadi langkah awal sembari menunggu kesiapan industri domestik yang diharapkan akan memanfaatkan bahan baku lokal ini untuk memproduksi barang jadi.

Baca Juga: Fosil Dinosaurus Ditemukan di Pulau Terpencil Hong Kong, Bukti Penting dari Periode Cretaceous

Investasi Domestik untuk Industri Hilir

Selain memenuhi kebutuhan ekspor, smelter tembaga ini juga dirancang untuk mendukung perkembangan industri dalam negeri. Salah satu pembeli lokal yang akan memanfaatkan produksi katoda tembaga PTFI adalah PT Hailiang Group, perusahaan asal China yang berencana membangun pabrik copper foil di kawasan yang sama di JIIPE, Gresik.

Perusahaan ini diperkirakan akan menyerap sekitar 100 ribu ton katoda tembaga per tahun. Kehadiran pabrik seperti ini menandakan harapan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi juga pusat produksi barang industri bernilai tinggi.

Baca Juga: Cerita Penemuan Air Terjun Tersembunyi di Papua: Surga Wisata Baru di Walesi dan Napua!

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, dalam sambutannya di hadapan Presiden Joko Widodo, menjelaskan bahwa smelter ini dibangun sebagai wujud komitmen Freeport dalam rangka Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) tahun 2018.

"Ini merupakan bagian dari program hilirisasi Pak Presiden dan untuk memenuhi kebutuhan tembaga untuk kendaraan listrik (EV) dan transisi energi,” ujar Tony. Dengan operasionalnya, smelter ini semakin memperkuat posisi PTFI sebagai perusahaan tambang tembaga terintegrasi hulu-hilir terbesar di dunia.

Baca Juga: Tahukah Kamu Ada Spesies Baru Spesies Baru di Laut Sulawesi? Ikan Oryzias loxolepis, Bukti Luasnya Keragaman Laut Tropis

Dampak Ekonomi Bagi Indonesia

Selain memberikan kontribusi signifikan pada industri hilir dalam negeri, keberadaan smelter ini juga diproyeksikan akan membawa dampak ekonomi besar bagi Indonesia. Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa negara diperkirakan akan menerima manfaat ekonomi hingga Rp 80 triliun per tahun dari operasional smelter ini.

Jumlah yang cukup signifikan ini tidak hanya akan mendukung ekonomi nasional tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan dari sektor pertambangan.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB