Sulawesitoday - Begitulah kalimat pembuka yang pas untuk menggambarkan Infinix Note 8 Edge. Sebuah ponsel baru yang harganya cuma Rp3,5 juta, tapi rasanya sudah sangat iPhone.
Banyak melihat tren ini menarik. Infinix seolah ingin membuktikan bahwa kemewahan desain Apple tidak harus ditebus dengan harga selangit.
Lihat saja layarnya. Lock screen-nya, jenis hurufnya, hingga efek transparan di jamnya, sangat mirip iOS. Bahkan wallpaper-nya pun mengingatkan saya pada iPad Pro M4 yang baru itu. Kalau kita geser layar dari atas ke bawah, tampilan control center-nya pun sudah meniru estetika liquid glass ala Apple.
Ada satu fitur yang membuat saya tersenyum: Instant Transfer. Infinix mencoba membuat versinya sendiri untuk menyaingi AirDrop. Bisa terhubung ke iPhone pula. Sayangnya, praktiknya tidak semudah teorinya. Masih agak sulit tersambung, tidak seinstan namanya. Rating aplikasinya pun masih rendah, cuma dapat skor dua.
Tapi, Infinix tidak sekadar meniru. Mereka punya satu senjata rahasia yang bahkan Apple pun belum punya: baterai 6500 mAh paling tipis di dunia.
Biasanya, hp dengan baterai raksasa akan terasa seperti batu bata. Tebal dan berat. Tapi Note 8 Edge ini ajaib. Tebalnya hanya 7,2 mm. Beratnya pun cuma 185 gram. Ini adalah sebuah rekor. Infinix sepertinya sedang hobi memecahkan rekor hp tipis belakangan ini.
Dapur pacunya pun bukan sembarangan. Ia menggunakan chipset MediaTek Dimensity 7100 5G. Ini adalah debut pertama chipset tersebut di dunia. Skor Antutunya berada di kisaran 700.000 hingga 800.000, setara dengan Snapdragon 7s Gen 2. Untuk main Mobile Legends, tentu sudah sangat lancar di 90 fps.
Satu lagi yang membuat hp ini terasa "mahal" adalah aksesorisnya. Di dalam kotak, ada casing dengan tekstur seperti amplas yang sangat halus—mirip bahan kain premium. Kalau casing seperti itu dijual di toko resmi seharga Rp500.000, orang mungkin akan percaya saja karena memang terasa berkelas.
Layarnya pun cantik. Menggunakan panel AMOLED 1,5K dengan refresh rate 120 Hz. Desainnya melengkung (curve) di depan dan belakang, yang membuat bodinya terasa semakin tipis saat digenggam.
Di bagian samping, ada tombol khusus berwarna hijau. Namanya One Tap Button. Fungsinya sebagai jalan pintas (shortcut), persis seperti Action Button pada iPhone terbaru.
Kameranya bagaimana? Ada lensa 50 MP di belakang. Hasil fotonya unik. Saya justru lebih suka hasil foto malamnya yang bersih dan warnanya keluar. Tapi kalau dipakai saat cahaya matahari melimpah, hasilnya justru terasa kurang "nendang". Rentang dinamisnya (dynamic range) masih kurang seimbang antara bagian langit yang terang dan bayangan yang gelap.
Lantas, apakah hp ini layak beli?
Infinix Note 8 Edge ini punya karakter yang kuat bagi mereka yang mendambakan hp tipis tapi baterainya awet seharian. Namun, bagi yang mencari performa murni, Infinix punya "saudara" lain yaitu Note 50s yang harganya lebih murah tapi punya prosesor lebih kencang.
Artikel Terkait
Horor Banjir Bandang Penakir, Saat Batu Gunung Slamet Hantam Rumah dan Putuskan Jembatan
iPhone 17 Pro Max HDC 2 Jutaan: Fisik Identik Tapi Isinya Bahaya, Jangan Sampai Ketipu!
Buat Podcast Full AI dengan Leonardo AI, Hunen dan Google AI Studio
Sawes S2000, Power Bank Raksasa di Langit Cina yang Bisa Aliri Listrik 1500 Rumah
Tinjau Titik Terparah Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung