• Selasa, 21 Juli 2026

Bukan 21 Hari Lalu Habis, Bahlil Bongkar Cara Kerja Stok BBM Indonesia di Tengah Perang

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 12 Maret 2026 | 08:53 WIB
Menteri ESDM Bahlil pastikan stok BBM RI aman meski Selat Hormuz ditutup. Impor bensin dari Malaysia-Singapura, bukan Timur Tengah. Solar kini diproduksi dalam negeri.
Menteri ESDM Bahlil pastikan stok BBM RI aman meski Selat Hormuz ditutup. Impor bensin dari Malaysia-Singapura, bukan Timur Tengah. Solar kini diproduksi dalam negeri.

Bensin yang kita isi setiap pagi di SPBU — itu datang dari sebelah. Dari tetangga. Bukan dari kawasan yang sedang berperang.

Tapi jujur saja, situasinya tidak sepenuhnya mulus.

Produksi minyak dalam negeri kita hanya 605 ribu barel per hari. Kebutuhan nasional 1,6 juta barel. Artinya kita kekurangan hampir 1 juta barel setiap hari. Harus impor.

Dan sebagian impor minyak mentah itu — 20 sampai 25 persen — memang dari Timur Tengah. Dari kawasan yang kini bergolak.

Tapi Bahlil bilang, pemerintah sudah bergerak sebelum perang pecah. Atas perintah Presiden Prabowo, porsi impor dari Timur Tengah itu sudah dialihkan. Ke Amerika. Ke Angola. Ke Amerika Latin. Ke Afrika.

Sebagian sumber minyak di Afrika bahkan sudah dimiliki Pertamina.

"Sekalipun Selat Hormuz ditutup, untuk kita punya 20 sampai 25 persen itu sudah kita alihkan ke negara lain," tegasnya.

Ada kabar baik soal Solar.

Indonesia kini tidak lagi impor Solar. Tidak perlu lagi. Dua faktor mengubah keadaan: pertama, kilang RDMP Balikpapan mulai beroperasi Januari 2026 dan menambah kapasitas produksi signifikan. Kedua, kebijakan biodiesel B40 — mencampur 40 persen bahan nabati ke Solar — memotong kebutuhan impor secara drastis.

Ke depan bisa didorong ke B50.

Untuk bensin, masih panjang perjalanannya. Kebutuhan nasional 40 juta kiloliter per tahun. Produksi dalam negeri, setelah RDMP Balikpapan beroperasi, baru mencapai 20 juta kiloliter. Sisanya, 20 juta kiloliter, masih harus impor.

Tapi impornya dari mana? Dari Malaysia dan Singapura. Tetangga sebelah. Bukan dari kawasan perang.

Satu catatan yang Bahlil sampaikan dengan serius:

Kapasitas tangki penyimpanan kita hanya 25 hari. Terlalu kecil. Terlalu rentan. Negara yang punya cadangan strategis yang baik — seperti Jepang — menyimpan stok sampai 90 hari bahkan lebih.

Atas perintah Prabowo, target minimal storage Indonesia harus diperbesar menjadi tiga bulan. Itulah standar nasional yang ingin dicapai.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Terkini