• Selasa, 21 Juli 2026

Bukan 21 Hari Lalu Habis, Bahlil Bongkar Cara Kerja Stok BBM Indonesia di Tengah Perang

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 12 Maret 2026 | 08:53 WIB
Menteri ESDM Bahlil pastikan stok BBM RI aman meski Selat Hormuz ditutup. Impor bensin dari Malaysia-Singapura, bukan Timur Tengah. Solar kini diproduksi dalam negeri.
Menteri ESDM Bahlil pastikan stok BBM RI aman meski Selat Hormuz ditutup. Impor bensin dari Malaysia-Singapura, bukan Timur Tengah. Solar kini diproduksi dalam negeri.

Sulawesitoday - Bahlil Lahadalia tahu cara bercerita. Menteri ESDM itu tidak langsung bicara angka. Tidak langsung bicara barel. Dia bicara tentang bak air.

Bak air di kampungnya dulu.

"Kalau saya di kampung dulu nggak ada air PAM, ada air bak," kata Bahlil dalam podcast Bukan Abuleke, Kamis (12/3/2026). "Bak itu menampung hujan. Kapasitas mungkin cuma 3 ton."

Itulah cara dia menjelaskan stok BBM nasional yang kata banyak orang hanya cukup untuk 21 hari. Orang panik. Media ramai. Media sosial lebih ramai lagi.

Padahal, kata Bahlil, itu bukan berarti 21 hari lagi Indonesia kehabisan bensin.

Bayangkan bak air itu.

Kapasitasnya tiga ton. Hari ini terisi penuh. Kamu mandi, habis setengah. Tapi hujan turun, isi lagi. Tidak pernah benar-benar kosong — selama hujan masih ada.

BBM nasional persis begitu. Tangki kita berkapasitas 25 hari. Sekarang terisi 21-23 hari. Tapi setiap hari ada yang keluar, ada yang masuk. Produksi dalam negeri jalan terus. Impor datang terus. Seperti hujan yang tidak berhenti.

"Jangan dipikir bodoh 21 hari itu minyak kita habis," tegas Bahlil. "Jangan diabulekein, kasihan rakyat kita."

Lalu soal Selat Hormuz.

Perang Israel-Amerika-Iran memang membuat dunia khawatir. Selat Hormuz — jalur sempit antara Oman dan Iran itu — adalah urat nadi minyak dunia. Sepertiga pasokan minyak global lewat sana setiap hari.

Ketika ditutup, banyak negara megap-megap.

Indonesia?

"Impor kita untuk BBM jadi itu tidak diambil dari Middle East," kata Bahlil. "Kita ambil dari Asia Tenggara. Malaysia dan sebagian dari Singapura. Itu tidak ada urusannya sama Selat Hormuz."

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Terkini