Sulawesitoday - Penyaluran bantuan berupa Alsintan jenis Combine dan peralatan pertanian lainnya di Kabupaten Parigi Moutong kini tersandung dugaan praktik pungutan liar.
Bantuan yang seharusnya mendorong kemajuan sektor pertanian justru diselewengkan oleh oknum pejabat melalui manipulasi sistem distribusi yang longgar.
Melemahnya pengawasan di Dinas TPHP membuka celah bagi praktik pungli yang melibatkan sejumlah pihak demi keuntungan pribadi.
Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa modus operandi yang dominan adalah pembentukan kelompok penerima bantuan baru yang menggantikan kelompok resmi.
Langkah ini diduga sengaja dilakukan untuk mengeliminasi kelompok tani yang dianggap sulit untuk diajak kompromi.
Akibatnya, bantuan yang seharusnya tepat sasaran pada petani berakhir di tangan tengkulak yang berperan sebagai pemodal dan perantara, sementara para petani terpaksa membayar sewa guna mengoperasikan Alsintan yang seharusnya bersifat hibah.
Tak berhenti di situ, sejumlah metode pungli lain pun teridentifikasi. Beberapa oknum menjanjikan bantuan dengan syarat petani menyetorkan sejumlah dana di muka, sementara distribusi bantuan cenderung hanya mengutamakan daerah-daerah tertentu.
Praktik ini menimbulkan ketimpangan, di mana bantuan yang bernilai ratusan juta rupiah dimanfaatkan untuk memperkaya segelintir pihak, mengesampingkan kebutuhan petani yang sebenarnya.
Ketidaktransparanan penyaluran semakin terlihat ketika Dinas TPHP enggan mempublikasikan daftar kelompok penerima bantuan. Ketiadaan data tersebut menambah bayang-bayang kecurigaan mengenai mekanisme distribusi yang ada.
Observasi lapangan mengungkapkan bahwa tak sedikit petani yang merasa terpinggirkan; kelompok yang seharusnya mendapat manfaat langsung justru digantikan oleh kelompok baru yang dibentuk khusus untuk memuluskan praktik pungli.
Lebih parah lagi, indikasi adanya pungli ini bahkan menyisakan pertanyaan mengenai integritas proses pengawasan.
Meskipun sempat menjadi sorotan, pemanggilan pejabat oleh pihak pengawas tidak menghasilkan langkah tegas yang berarti.
Hal ini menandakan kegagalan mekanisme kontrol internal, sehingga praktik serupa berpotensi merambah ke sektor bantuan lainnya.
Artikel Terkait
Bantuan Gratis Jadi Berbayar? Dugaan Pungli Alsintan Combine di Parigi Moutong Disorot
Bikin Geleng-geleng Kepala, Alsintan dari Sulteng Diselundupkan dan Dijual Harga Miring ke Surabaya
Plt Kadis TPHP Armin Tegaskan Bakal Verifikasi Data Pungli Bantuan Alsintan, Mesin Combine Gratis Jadi Hak Kelompok Tani
Tokoh FPK Parigi Moutong Desak Wakil Rakyat hingga Pemda Pelototi Isu Pungli Bantuan Alsintan Combine