• Kamis, 4 Juni 2026

Penyaluran Bantuan Alsintan Diselimuti Dugaan Pungli, Petani Terpukul di Parigi Moutong

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 6 Maret 2025 | 13:46 WIB
Dugaan pungli dalam penyaluran bantuan Alsintan bikin petani di Parigi Moutong harus menanggung beban biaya sewa, merusak harapan kemajuan sektor pertanian.
Dugaan pungli dalam penyaluran bantuan Alsintan bikin petani di Parigi Moutong harus menanggung beban biaya sewa, merusak harapan kemajuan sektor pertanian.

Sulawesitoday - Penyaluran bantuan berupa Alsintan jenis Combine dan peralatan pertanian lainnya di Kabupaten Parigi Moutong kini tersandung dugaan praktik pungutan liar.

Bantuan yang seharusnya mendorong kemajuan sektor pertanian justru diselewengkan oleh oknum pejabat melalui manipulasi sistem distribusi yang longgar.

Melemahnya pengawasan di Dinas TPHP membuka celah bagi praktik pungli yang melibatkan sejumlah pihak demi keuntungan pribadi.

Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa modus operandi yang dominan adalah pembentukan kelompok penerima bantuan baru yang menggantikan kelompok resmi.

Langkah ini diduga sengaja dilakukan untuk mengeliminasi kelompok tani yang dianggap sulit untuk diajak kompromi.

Akibatnya, bantuan yang seharusnya tepat sasaran pada petani berakhir di tangan tengkulak yang berperan sebagai pemodal dan perantara, sementara para petani terpaksa membayar sewa guna mengoperasikan Alsintan yang seharusnya bersifat hibah.

Tak berhenti di situ, sejumlah metode pungli lain pun teridentifikasi. Beberapa oknum menjanjikan bantuan dengan syarat petani menyetorkan sejumlah dana di muka, sementara distribusi bantuan cenderung hanya mengutamakan daerah-daerah tertentu.

Praktik ini menimbulkan ketimpangan, di mana bantuan yang bernilai ratusan juta rupiah dimanfaatkan untuk memperkaya segelintir pihak, mengesampingkan kebutuhan petani yang sebenarnya.

Ketidaktransparanan penyaluran semakin terlihat ketika Dinas TPHP enggan mempublikasikan daftar kelompok penerima bantuan. Ketiadaan data tersebut menambah bayang-bayang kecurigaan mengenai mekanisme distribusi yang ada.

Observasi lapangan mengungkapkan bahwa tak sedikit petani yang merasa terpinggirkan; kelompok yang seharusnya mendapat manfaat langsung justru digantikan oleh kelompok baru yang dibentuk khusus untuk memuluskan praktik pungli.

Lebih parah lagi, indikasi adanya pungli ini bahkan menyisakan pertanyaan mengenai integritas proses pengawasan.

Baca Juga: Tokoh FPK Parigi Moutong Desak Wakil Rakyat hingga Pemda Pelototi Isu Pungli Bantuan Alsintan Combine

Meskipun sempat menjadi sorotan, pemanggilan pejabat oleh pihak pengawas tidak menghasilkan langkah tegas yang berarti.

Hal ini menandakan kegagalan mekanisme kontrol internal, sehingga praktik serupa berpotensi merambah ke sektor bantuan lainnya.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini