• Kamis, 4 Juni 2026

Fasilitator Berpengalaman Kawal Keberhasilan DAK Fisik Disdikbud Parigi Moutong

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 20:55 WIB
Fasilitator teknik sipil kawal DAK fisik Disdikbud Parigi Moutong Rp30 miliar, 35 sekolah rampung tepat waktu, murid & guru bersyukur.
Fasilitator teknik sipil kawal DAK fisik Disdikbud Parigi Moutong Rp30 miliar, 35 sekolah rampung tepat waktu, murid & guru bersyukur.

Sulawesitoday - Lebih dari sekadar beton dan keramik baru, DAK fisik Disdikbud Parigi Moutong membawa napas segar ke sekolah‐sekolah dasar dan menengah di Parimo.

Sejak Agustus hingga 31 Desember 2024, program senilai Rp30 miliar itu berjalan swakelola, dikawal tim fasilitator berlatar teknik sipil dengan pengalaman minimal tiga tahun—kunci agar kualitas tak sekadar janji di atas kertas.

“Setiap keramik kita uji kekuatannya, setiap tiang kita pastikan kokohnya,” ujar Ibrahim, Kabid Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Rabu (21/5/2025).

Di tangan para fasilitator, proyek rehabilitasi ruang belajar, toilet, dan area ibadah berjalan tanpa hambatan berarti.

Metode swakelola dipilih agar kepala sekolah benar-benar menjadi aktor utama.

“Mereka yang tahu kebutuhan lapangan paling tepat,” lanjut Ibrahim. Dengan pendampingan intensif, para kepala sekolah mampu memantau progres harian, mulai pemasangan keramik lantai hingga pengecatan dinding.

Berita acara serah terima menandai tuntasnya semua pekerjaan pada batas jadwal yang ditetapkan.

Rasa syukur datang langsung dari lapangan. Beberapa Kepala aekolah, tak menyembunyikan senyumnya: “Dulu siswa kerap mengeluh bocor saat hujan, sekarang alhamdulillah kering dan nyaman.”

Sementara murid-murid bersemangat mengeksplorasi ruang kelas baru, bertukar cerita di pojok baca yang juga diperbaiki.

Program DAK fisik Disdikbud Parigi Moutong menjangkau 20 SD dan 15 SMP, menyebar dari kecamatan Sausu hingga Moutong.

Dengan anggaran rata‐rata Rp857 juta per sekolah dasar dan Rp1,33 miliar per sekolah menengah, perhatian menyeluruh tercurah pada kebutuhan lokal.

Tak hanya infrastruktur, namun juga pemeliharaan jangka panjang, melalui pelatihan guru untuk merawat fasilitas.

Baca Juga: Guru Parigi Moutong Dilatih Tinggalkan Soal Model Lama, Fokus Literasi-Numerasi

Menutup pemaparannya, Ibrahim berharap momentum ini berlanjut: “Kami tak hanya membangun, tetapi menanamkan budaya peduli fasilitas.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini