• Kamis, 4 Juni 2026

Polisi Jadi Malaikat, Jamin Sekolah Hingga Lulus Galang Bocah Nyaris Putus Pendidikan di Touna

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 15 Juni 2025 | 15:21 WIB
Aksi humanis Polres Tojo Una-Una mengubah nasib Galang, siswa yang hampir putus sekolah. Bukti nyata kepedulian Polri pada pendidikan anak kurang mampu.
Aksi humanis Polres Tojo Una-Una mengubah nasib Galang, siswa yang hampir putus sekolah. Bukti nyata kepedulian Polri pada pendidikan anak kurang mampu.

Sulawesitoday - Di tengah riuhnya deru ombak dan bisikan angin pesisir Tojo Una-Una, sebuah kisah sederhana mengoyak nurani, lantas mengubah takdir.

Adalah Galang Rawadhan, bocah 12 tahun siswa SDN 2 Wakai, yang tetiba viral karena airmatanya menetes, mengisyaratkan mimpi sekolahnya terancam pupus.

Ayah Galang, Rikson Lawadang, yang terhimpit lumpuh dan kesulitan ekonomi, sempat menyuruhnya berhenti belajar. Namun, kepedulian Polres Tojo Una-Una, bak lentera di gelap malam, sontak menerangi jalannya.

Ini cerita tentang Kepedulian Polres Tojo Una-Una terhadap Pendidikan Anak Kurang Mampu, sebuah asa yang bersemi dari markas Bhayangkara.

Ketika Pendidikan Anak Kurang Mampu Dijemput Bhayangkara

Tak menunggu lama, sentuhan tangan dingin Kapolres Tojo Una-Una, AKBP Ridwan Jason Maruli Hutagaol, bersama timnya, langsung menghampiri Galang. Mereka bukan sekadar datang, melainkan membentangkan karpet merah bagi masa depan bocah itu.

Seluruh biaya sekolah Galang, dari bangku dasar hingga lulus, ditanggung penuh. Tak hanya itu, seragam anyar, alat tulis lengkap, hingga paket sembako diserahkan langsung melalui Kapolsek Unauna, AKP Mustarim Abbas. Sebuah ikhtiar nyata memastikan Galang tak lagi terbentur tembok ekonomi dalam menggapai ilmu.

Kapolres Ridwan juga berpesan, agar Galang terbebas dari perundungan di sekolahnya dan lingkungan sekitar sudi mendukung penuh cita-citanya.

Di Markas Besar Polri, Irwasum Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan, tugas kepolisian tak hanya sebatas menjaga keamanan. Lebih dari itu, kepedulian dan kemanusiaan adalah jantung pengabdian.

"Setiap personel Polri mesti menggunakan hati nurani saat melayani masyarakat, terutama mereka yang sangat membutuhkan. Aksi kecil serupa ini adalah bukti otentik bahwa Polri memang hadir untuk rakyat," ujarnya, menyingkap tabir makna di balik seragam cokelat.

Video Galang yang kemudian viral bak percikan api, menyulut semangat kebaikan. Respon sigap Polres Tojo Una-Una menuai sanjungan publik. Kapolres Ridwan berharap,

"Semoga ini menginsipirasi semua fihak agar peduli terhadap sesama. Pendidikan adalah hak dasar setiap anak bangsa, dan Polri siap menjadi jembatan bagi mereka yang terpinggirkan."

Baca Juga: Mesir Deportasi Aktivis Pembela Gaza, Isyarat Pagar yang Kian Rapat

Kini, ajakan persatuan digemakan. Polri mengundang segenap lapisan masyarakat untuk bersinergi, menciptakan lingkingan yang empatik. Jangan sungkan melaporkan kasus-kasus serupa, dan tak perlu ragu berkolaborasi dengan aparat.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini