• Kamis, 4 Juni 2026

Mobil Ditinggal Masuk Toko, Dana Desa Tapandullu Mamuju 388 Juta Raib Digondol Pria Berkemeja

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Selasa, 17 Juni 2025 | 21:19 WIB
Ratusan juta dana desa Tapandullu raib dari mobil Plt Kades, terekam CCTV. BLT warga miskin terancam batal. Kelalaian berujung petaka.
Ratusan juta dana desa Tapandullu raib dari mobil Plt Kades, terekam CCTV. BLT warga miskin terancam batal. Kelalaian berujung petaka.

Sulawesitoday - Sebanyak Rp388.426.000 dana desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, lenyap tak berjejak. Uang vital itu raib digondol maling pada Senin petang, 16 Juni 2025, saat terparkir manis di dalam mobil milik Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa, Jumardin.

Kejadian ini sontak membuat geger warga dan menunda harapan ratusan kepala keluarga miskin yang menanti uluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Peristiwa pilu itu terjadi di Jalan Diponegoro, persis di muka toko bangunan Mitra Listrik, Kota Mamuju.

Sebuah Toyota Avanza putih milik Jumardin diparkir di tepi jalan, kala sang kades mampir sebentar ke toko, berniat membeli kebutuhan operasional kantor desa.

Nahas, niat baik itu berbuah petaka. Sekitar lima menit ditinggal, harta desa yang baru dicairkan itu sudah pindah tangan.

Dari rekaman kamera pengawas yang berputar di sekitar lokasi, terlihat jelas sebuah fragmen yang meresahkan. Seorang pria, berpenampilan rapi dengan kemeja putih, helm, dan sarung tangan, hilir-mudik bak bayangan sebelum akhirnya mendekat.

Dengan cekatan, ia membuka pintu mobil Jumardin, menyambar kantong plastik hitam berisi uang, lalu lenyap ditelan gerimis Mamuju bersama mobil Xpander putih yang diduga telah disiapkan untuk pelarian cepat.

Kepada polisi, Jumardin berkisah, dana itu baru saja dicairkan dari Bank Sulselbar, ditemani bendahara desa, sekitar pukul 13.30 hingga 14.00 WITA. Selepas itu, ia sempat menunaikan salat dan mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan yang berujung musibah ini.

"Saya hanya tinggalkan mobil sebentar, sekitar lima menit. Begitu kembali, uangnya sudah tidak ada," keluhnya, saat membuat laporan di SPKT Polda Sulbar. Sebuah kelengahan yang harus dibayar mahal.

Hilangnya Anggaran, Tertundanya Asa Warga Miskin

Dana yang raib itu bukan sekadar angka, melainkan napas kehidupan bagi program-program vital desa.

Termasuk di dalamnya, jatah Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 29 keluarga penerima manfaat, yang masing-masing dijadwalkan menerima Rp300 ribu per bulan selama enam bulan.

Baca Juga: Rp 130 Triliun Danantara: Napas Baru Proyek Perumahan Nasional Prabowo

Total, Rp1,8 juta per keluarga, sebuah angka yang berarti besar bagi dapur-dapur yang mengepul tipis.

Halaman:

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini