• Rabu, 22 Juli 2026

1357 Jiwa Terempas Banjir Bolano Parigi Moutong

.
- Kamis, 19 Juni 2025 | 13:40 WIB
Banjir Desa Bolano timpa ratusan jiwa. BPBD Parigi Moutong sigap salurkan bantuan, namun ancaman hujan lebat masih membayangi. Simak detailnya!
Banjir Desa Bolano timpa ratusan jiwa. BPBD Parigi Moutong sigap salurkan bantuan, namun ancaman hujan lebat masih membayangi. Simak detailnya!

Sulawesitoday - Desa Bolano, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kembali dilanda banjir luapan pada Selasa (17/6) malam, sekira pukul 23.21 wita.

Derasnya air bah menyeret kepedihan, menenggelamkan asa 414 kepala keluarga (KK) atau setidaknya 1.357 jiwa, termasuk 14 bayi mungil, 90 balita yang belum banyak mengerti, 114 lansia yang renta, dan 8 ibu hamil yang penuh kecemasan.

Mereka terpaksa meninggalkan rumah, mencari perlindungan di tempat yang lebih aman.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rivai, ST, M. Si, tak menunggu surya terbit untuk bergerak. Begitu kabar pilu sampai di telinganya, koordinasi kilat langsung dilakoni bersama aparat desa dan OPD terkait.

Tak lama berselang, rombongan BPBD langsung bergegas menuju Desa Bolano, meninjau langsung sisa-sisa amukan air, sekaligus memboyong logistik tanggap darurat untuk para korban yang kini mengungsi di MTs N 3 Bolano.

Sebanyak 112 KK atau setara 448 jiwa, termasuk 7 bayi, kini "berumah" sementara di sana, menatap langit dengan harap.

Meski gemuruh hujan telah lama bungkam, namun genangan air di Desa Bolano enggan sepenuhnya angkat kaki. Masih saja betah memeluk sebagian permukiman, memaksa warga bersabar menanti surut yang melambat.

BPBD Parigi Moutong pun tak berhenti memantau, mata mereka awas melihat setiap pergerakan air, demi memastikan keselamatan warga dan mendata kebutuhan yang paling mendesak.

Sembako, selimut, dan air mineral menjadi prioritas utama, sebab perut yang lapar dan tubuh yang menggigil tak bisa menunggu lama.

Upaya penanganan darurat terus digeber. Selain koordinasi awal, kaji cepat untuk mendata kerusakan dan kebutuhan juga terus berjalan. Evakuasi warga yang masih terjebak di lokasi terdampak juga menjadi fokus utama.

Tak sendiri, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah juga bahu-membahu, terus berkoordinasi dengan BPBD Parigi Moutong, merangkai jaring dukungan demi meringankan beban.

Baca Juga: Duit Rakyat Rp 903 Juta Disikat, Dua Mantan Pejabat Masuk Bui - Kasus Korupsi Bawaslu Sulteng

Namun, langit masih menyimpan rahasia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melayangkan peringatan dini, mengabarkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan menyapa wilayah Kabupaten Parigi Moutong hingga Rabu, 19 Juni 2024. Ancaman itu nyata, memaksa semua pihak untuk tetap siaga.

Kita diajak merenung. Peristiwa banjir Desa Bolano ini bukan sekadar bencana alam, melainkan juga cerminan dari bagaimana kita memperlakukan alam.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X