Sulawesitoday - Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kini tergulung dalam cengkraman banjir besar yang menerjang tiga kecamatannya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong tak buang waktu, menetapkan status tanggap darurat bencana.
Keputusan ini jadi payung hukum guna mempercepat penanganan pasca ratusan rumah warga terendam dan sejumlah infrastruktur vital ringsek tak berbentuk.
Penjabat (Pj) Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, mengibarkan bendera darurat melalui Surat Keputusan Nomor: 300/1739/BPBD. Ketukan palu keputusan itu terdengar pada Sabtu, 15 Juni 2024.
“Status tanggap darurat ini berlaku dua pekan ke depan, dari 15 Juni hingga 28 Juni 2024,” lugas Richard dalam keterangan resminya.
Sebuah langkah sigap demi memastikan roda penanganan darurat berjalan tanpa hambatan, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga perbaikan fasiltias umum yang rusak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Idran, membeberkan biang kerok musibah ini. Hujan dengan intensitas menggila dalam beberapa hari terakhir menjadi pangkal masalah.
Sungai-sungai besar di tiga kecamatan itu tak kuasa menahan luapan air, tumpah ruah merendam permukiman.
Data sementara yang terhimpung BPBD menunjukan, total 12 desa kini menjadi korban keganasan air bah. Di Kecamatan Torue, Desa Torue, Purwosari, Astina, dan Tanahlanto merana. Sementara di Kecamatan Balinggi, Desa Balinggi, Balinggi Jati, dan Malakosa ikut mencicipi pahitnya.
Pun demikian halnya dengan Kecamatan Sausu, di mana Sausu Torono, Sausu Peore, Sausu Trans, Sausu Salubanga, dan Maleali tak luput dari sapuan banjir.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, bahu-membahu bersama TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat setempat, kini berjibaku di lapangan. Mereka tak kenal lelah, menyisir lokasi untuk evakuasi warga dan mendata kerugian yang mendera.
"Prioritas utama kami saat ini memastikan keslamatan warga dan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi," imbuh Idran.
Baca Juga: Sulawesi Tengah Sikat Hoaks, Kejati dan Pemprov Kompak Jaga Ruang Digital
Makanan, air bersih, pakaian, dan layanan kesehatan kini menjadi santapan wajib di posko-posko pengungsian yang telah berdiri.
Pemkab Parigi Moutong tak henti mengimbau warganya untuk tetap merajut kewaspadaan. Prakiraan cuaca dari BMKG masih menyuarakan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Duit Rakyat Rp 903 Juta Disikat, Dua Mantan Pejabat Masuk Bui - Kasus Korupsi Bawaslu Sulteng
15 Ribu Siswa Kecipratan Seragam Gratis, DPRD Parimo: Ringankan Beban Orang Tua
Validasi Data Kependudukan Jadi Kunci Sukses Program PAUD Dikmas Parigi Moutong
1357 Jiwa Terempas Banjir Bolano Parigi Moutong
Sulawesi Tengah Sikat Hoaks, Kejati dan Pemprov Kompak Jaga Ruang Digital