Juta-an rakyat sipil yang mendamba hidup tenang, damai, seringkali menjadi tumbal dari gelindingan dadu para penguasa.
"Semoga lima pemimpin ini diberikan kearifan jiwa dan kejernihan pikiran. Jangan sampai ada salah langkah yang dapat menimbulkan kehancuran yang luar biasa,” harapnya, sebuah doa yang menggantung di udara penuh ketegangan.
Pernyataan ini bukan tanpa latar. Ia muncul di tengah gempuran eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang kian memanas, sebuah bara yang berpotensi menyulut api pertempuran global di jantung Timur Tengah.
Sebuah seruan dari mantan orang nomor satu, bahwa dunia tak sedang baik-baik saja, dan nasibnya kini benar-benar ada di tangan segelintir manusia.
Artikel Terkait
15 Ribu Siswa Kecipratan Seragam Gratis, DPRD Parimo: Ringankan Beban Orang Tua
Validasi Data Kependudukan Jadi Kunci Sukses Program PAUD Dikmas Parigi Moutong
1357 Jiwa Terempas Banjir Bolano Parigi Moutong
Sulawesi Tengah Sikat Hoaks, Kejati dan Pemprov Kompak Jaga Ruang Digital
Parigi Moutong Terendam Banjir, Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari