Sulawesitoday - Fenomena unik terjadi di Mapolres Parigi Moutong. Ruang layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang biasanya lengang, kini mendadak ramai bak pasar tumpah. Adakah gerangan yang memicu gelombang pemohon ini? Tentu saja, pemicunya adalah pengumuman seleksi PPPK Guru tahap kedua tahun 2025 yang baru saja menggaung.
Lonjakan ini bukan isapan jempol. Data internal Polres Parigi Moutong mencatat, hanya dalam sepuluh hari pertama bulan Juli 2025, lebih dari 500 pemohon memadati loket SKCK.
Mayoritas dari mereka, tentu saja, tengah berburu dokumen sakti ini sebagai salah satu syarat administrasi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Biasanya hanya puluhan pemohon per minggu. Tapi sejak pengumuman PPPK, kami mencatat ratusan permohonan dalam hitungan hari," bisik salah seorang petugas SKCK Polres Parimo, pada Rabu (10/7/2025). Sebuah pemandangan yang tak biasa, menggambarkan betapa besarnya harapan para calon abdi negara di tanah Parigi.
Polres Siaga, Layanan Tetap Terjaga
Menyikapi "serbuan" pemohon ini, Kepolisian Resor Parigi Moutong tak tinggal diam. Kasi Humas Polres Parigi Moutong, Iptu Sumarlin, S.H., membenarkan adanya peningkatan siginifikan. Namun, ia memastikan pelayanan SKCK tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.
"Benar, terjadi peningkatan signifikan permohonan SKCK untuk keperluan PPPK. Kami telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, termasuk menambah petugas pelayanan," jelas Iptu Sumarlin, menegaskan komitmen Polres untuk melayani masyarakat.
Tak hanya itu, Iptu Sumarlin juga mengimbau masyarakat agar cerdas memanfaatkan teknologi. Pendaftaran SKCK secara daring, via laman skck.polri.go.id, adalah solusi jitu untuk memangkas waktu antre. "Masyarakat bisa mendaftar SKCK secara online melalui website resmi skck.polri.go.id, lalu membawa bukti registrasi ke Polres untuk proses sidik jari dan pengambilan dokumen," tambahnya, membuka jalan pintas menuju dokumen penting ini.
Demi Masa Depan, Rela Antre Sejak Fajar
Di antara ratusan wajah yang berjejal, ada Leni (27), warga Kecamatan Moutong, yang sudah 'nangkring' di Polres sejak subuh buta. Wajahnya memancarkan asa.
Baca Juga: Sulawesi Tengah Siap Jadi Poros Logistik Baru, Dukungan Proyek Pembangunan AHY Terkuak
"Saya buru-buru urus SKCK karena ini syarat utama pemberkasan PPPK. Untung pelayanannya cukup cepat," ujarnya. Kisah Leni hanyalah secuil gambaran dari dedikasi para calon guru yang rela mengesampingkan jam tidur demi sebuah masa depan.
Polres sendiri tak lupa mengingatkan para pemohon agar melengkapi seluruh dokumen yang diperlukan sebelum datang ke kantor. Kesiapan ini ibarat bensin dalam perjalanan panjang, mempercepat proses dan melancarkan impian.
Syarat Wajib SKCK PPPK 2025 di Polres Parimo:
Artikel Terkait
OJK Sulteng Buka Jalur Pengaduan Korban Keuangan Ilegal, Solusi Cepat Menangkal Modus Bodong di Bumi Tadulako
Kepala Kantor OMC Palu Jadi Sasaran Netizen, Janji Manis Avanza Berujung Kemarahan
BOS Kinerja Sasar 71 SD di Parigi Moutong, Bimtek dan RKS Pastikan Dana Coding Tepat Sasaran
Target 126 Ribu Hektare, Gubernur Sulteng Gerak Cepat - Ajak AHY Selesaikan Irigasi Terbengkelai
Sulawesi Tengah Siap Jadi Poros Logistik Baru, Dukungan Proyek Pembangunan AHY Terkuak